Selasa, 27 Oktober 2015

Selasa, 27 Oktober 2015

SPEAK FROM THE HEART

IKUTI KATA HATI
Ada pepatah kuno jepang “jika kau mengejar matahari maka dipastikan bayangan akan mengikuti, tapi jika sebaliknya kau mengejar bayangan dan membelakangi matahari, maka bayangan selalu menjauhi dan kau tidak akan pernah bisa mengejarnya”. Pepatah ini mengambarkan bagaimana manusia seharusnya bersikap dalam kehidupan. Matahari adalah sumber kehidupan, bayangan adalah uang, kebahagiaan, jabatan dan semua pencapaian lainnya. Begitulah adanya, semakin kita kejar, merekapun akan senantiasa bergerak menjauhi kita dan tak tergapai.
Berjalan menuju matahari artinya melakukan segala hal sebaik-baiknya, fokus dan ihklas, bukan demi meraih kekayaan, bukan demi kepentingan pribadi semata, tapi demi peran, demi manfaat bagi lingkungan.

Berjalan menuju matahari artinya kita tidak egois, tidak memikirkan diri sendiri, tidak mengekploitasi alam, tidak merugikan orang lain, tidak korupsi, tapi melakukan segala hal yang memberikan manfaat bagi lingkungan. Lihatlah apakah para koruptor berakhir dengan hidup bahagia, saya rasa sudah begitu banyak contoh bisa kita lihat, pada akhirnya mereka jatuh hina dan masuk penjara, meskipun orang-orang bodoh disektarnya masih mengidolakan dia.

Berjalan menuju matahari artinya menabung energi positif, sekecil apapun selama itu hal baik, akan menjadi tabungan energi baik yang siap Anda cairkan kapan saja. Begitu pula sebaliknya, sekecil apapun selama itu hal buruk yang Anda lakukan, maka dia akan menjadi tabungan energi negatif Anda, yang juga siap cair kapanpun. Pernahkan Anda tiba-tiba kecopetan padahal sudah berhati-hati, dompet sudah ditaruh di dalam tas paling dalam, kenapa harus Anda yang kecopetan semetara di sekitar Anda ada ratusan orang yang mungkin tidak lebih waspada dibandingkan Anda. Jangan heran, kenapa hal itu bisa terjadi, percaya atau tidak, kecopetan adalah bentuk pencairan energi negatif yang pernah kita tabung selama ini. Kaca mobil Anda dipecah orang dan laptop Anda raib?, lagi nongkrong ngopi di warung pinggir jalan tiba-tiba ada pemabuk nyelonong dengan motornya dan braaaakkkkk! Kemudian Anda bertanya “apa salah saya?” “kenapa harus saya?”

Berjalan menuju matahari berarti Anda fokus pada cara Anda berbuat dan bertingkah laku, Anda tidak memikirkan uang yang akan Anda dapatkan sebagai bayaran tapi menikmati setiap pekerjaan yang sedang Anda lakukan maka bayaran akan didapat. Seorang penyanyi semakin memikirkan jumlah penonton dan bayaran yang akan didapatkan, maka semakin buruk penampilannya dan penonton dan bayaran akan semakin menjauh, sebaliknya kalau dia fokus bernyanyi sebaik-baiknya tidak peduli ada yang nonton atau berapa bayarannya, maka dia akan kaget mendapatkan ribuan penonton dan bayaran berlipat. Seorang penjaga gawang ketika dia hanya memikirkan “bola tidak boleh lolos”, “bola harus saya tangkap”, apa yang terjadi …. GOAAAAALLLL…. Bukankan seharusnya dia melakukan dan menikmati peran sebagai penjaga gawang, maka kemampuan terbaiknya akan keluar.

Pepatah di atas disebut juga dengan hukum keterlekatan. Ketika Anda mengejar segala hal, mereka melarikan diri. Ini berlaku bagi hewan, kekasih, kebahagiaan, karir dan pastinya uang. Pernahkah Anda perlu menjual sesuatu? Entah mobil atau rumah. Siapa yang menginginkannya? Tidak ada! Andapun menurunkan harganya. Siapa yang peduli? Tidak Ada! Prinsipnya, ketika Anda sangat menginginkannya, hasilnya justru nihil.

Keterlekatan pada uang. kata Oscar Wilde “satu-satunya orang yang lebih memikirkan uang daripada orang kaya adalah orang miskin”

Lalu kenapa banyak orang berjuang mati-matian untuk mendapatkan uang? Ya tentu saja uang adalah alat mempertahankan kelangsungan hidup sekaligus sebagai symbol sukses, bahkan sebagia orang sangat-sangat terlekat pada uang. Sayangnya keinginan yang terlalu besar pada uang justru mengacaukan segalanya. Menghalalkan segala cara, menindas orang lain, merusak ekosistem. Lihat asap riau yang salama bertahun-tahun menutup Negara tetangga, nama baik bangsa jadi taruhannya dan kesehatan warga Negara tetangga sudah pasti terganggu dan keindahan juga terganggu. Demi uang… Koruptor? Saya tidak mau membicarakan koruptor di sini, teralu menyakitkan, biarkan saja mereka tinggal menunggu waktu. Koruptor? Sama Demi uang.

Coba lihat contoh kasus orang terkaya di dunia “Bill Gate” dia mengejar matahari dengan menyumbangkan 40% keuntungannya untuk kemanusiaan dan apakah dia jatuh bangkrut? Tidak! Justru bayangan selalu mengikutinya, kekayaannya semakin bertambah dan tetap menjadi orang terkaya di dunia. Mengejar matahari bukan mengejar uang (bayangannya).
Dengan kata lain, semakn emosional Anda memandang segalanya, semakin kecil kendali Anda. Sebagian besar orang (termasuk saya?) sangat emosional terhadap uang dan menjadi lepas kendali. Sebaliknya, ketidaktertarikan adalah alasan yang menjelaskan kenapa orang kaya semakin kaya, mereka tidak peduli dan mereka tidak sangat menginginkannya.

IKUTI KATA HATI
Manusia sebagai mahkluk yang sempurna dilengkapai dengan hati nurani dan akal pikiran. Hal inilah yang membedakan kita dengan mahkluk Tuhan lainnya. Binatang hanya mengandalkan tenaga dan naluri untuk bertahan hidup, sementara kita manusia memiliki hati untuk membahagiakan sesama, memiliki akal pikiran untuk kreatif memberikan manfaat bagi orang lain dan lingkungan. Manusia dilahirkan dengan hati yang bersih, sifat-sifat baik asli bawaan lahir seperti emphaty, rasa hormat, peduli, saling menyayangi dan demikiankan kodratnya.

Namun, manusia juga dilengkapi dengan nafsu dan emosi, yang akhirnya sifat serakah, sifat ingin menang sendiri, sifat tidak peduli, sifat egois yang justru mendominasi dan menutup sifat dasar. Lahirlah manusia yang seolah tidak pakai hati..!

Hanya orang yang mengikuti kata hati yang mampu mengejar matahari, mengikuti kata hati berarti mengesampingkan banyak hal yang menyelimuti hati, mengesampingkan sifat buruk yang disebabkan oleh nafsu dan emosi.

Dalam berkarir, biasanya pekerjaan orang lain kelihatan lebih mudah dan menyenangkan dibanding apa yang jadi pekerjaan kita dan juga memberikan gaji yang lebih besar. Perawat menganggap dokter hidupnya lebih mudah. Para staf melihat managernya hidupnya sangat menyenangkan. Semua orang menganggap para politikus hidupnya mudah. Dan tahukan Anda, semua orang melihat pekerjaan dan kehidupan kita lebih menyenangkan. Jadi? Tidak ada pekerjaan yang sempurna. Kita semua bekerja dan digaji karena ada peran dan kontribusi yang kita jalankan. Hukum ini berlaku bagi siapapun yang hidup di dunia. Kalau Anda tidak menyukai pekerjaan Anda saat ini, Anda punya 2 pilihan : Mengubah sikap Anda! Atau Mengganti pekerjaan Anda. Kalau saja pekerjaan saya lebih mudah, saya akan bahagia! Berkayal? Tapi tahukah Anda, bahwa ketika Anda mendapatkan pekerjaan yang sangat mudah Anda kerjakan, dijamin Anda akan cari kerjaan baru yang lebih menantang. Mencintai pekerjaan adalah seperti mencitai seseorang – mungkin Anda mabuk kepayang pada awalnya, namun mencintai jangka panjang merupakan suatu keputusan. Berikan kemampuan terbaik bukan karena perlu membuat seseorang terkesan, tapi berikan kemampuan terbaik karena hanya itu satu-satunya cara menikmati pekerjaan. Pesan Moral : jangan bekerja bagi bos Anda, bekerjalah bagi diri sendiri

LALU APA YANG HARUS SAYA LAKUKAN?
Semakin Anda berpikir untuk orang lain, semua akan kembali
Seorang tenaga penjual yang focus pada produk yang harus dijual, mencekoki calon pelanggan dengan barbagai informasi produk, dijamin, akan ditinggalkan oleh calon pelanggan dan pada akhirnya dia akan gigit jari karena tak satupun produknya laku. Sebaliknya ketika seorang tenaga penjual menggunakan hati, berpikir tentang apa hal baik yang bisa didapatkan oleh calon pelanggan, keuntungan yang didapat pelanggan bila menggunakan produk, semangat membantu dan memberikan solusi, sudahpasti dengan sendirinya prosuk akan terjual.
Itulah kenapa ada yang bilang, kalau ingin senyuman, berikanlah terlebih dahulu senyuman, kalau ingin diperhatikan terlebih dahulu berikan perhatian, kalau ingin mendapat bahagia terlebih dahulu bahagiakan orang lain.
Pesan Moral: Ikuti kata hatimu, BIARKAN HATI YANG BICARA, niscaya kita akan mampu mengejar matahari.

Hidup adalah cerminan dari keyakinan Anda.
Contoh klasik, ambilah sebuah aquarium. Bagilah menjadi dua dengan dinding kaca yang bening, sehingga tercipta semacam “aquarium ganda”. Masukkan seekor ikan barakuda dan seekor ikan mullet di bagian yang lain. Dalam sekejam barakuda akan menabrak kaca “dug” saat hendak mengejar ikan mullet untuk memakannya. Kemudian barakuda mencobanya lagi dan “dug”. Selama beberapa minggu, moncong barakuda akan sangat sakit. Pada akhirnya ia berfikir bahwa berburu mullet sama dengan sakit dan tidak lagi mengejar ikan mullet. Kemudian ambil diding kaca pemisahnya, dan tebak apa yang terjadi? Barakuda berhenti mengejar mullet, karena dia punya keyakinan bahwa mengejar mullet akan membuat moncongnya sakit, padaha mullet hanya beberapa centimeter di depannya. Dan barakuda rela mati kelaparan karena keyakinannya. Si barakuda mempunyai keyakinan dan megetahui batas-batas dalam pikirannya dan tidak mau keluar dari batasan tersebut. Kelur batas, moncong sakit.
Pesan Moral : hati-hati dengan kayakinan dalam pikiran Anda!

Apa yang menjadi Fokus Anda, Berkembang
Mengapa Anda harus berpikir positif? Bayangkan Anda sedang dalam perjalanan naik pesawat, tiba-tiba salah satu mesin mati. Apa yang Anda inginkan? Seorang pilot yang berjalan hilir mudik dan mengatakan “kita semua akan tewas… kita semua akan tewas… kita semua akan tewas” atau Anda inginkan pilot mengatakan “silahkan Anda tetap tenang, kencangkan sabuk pengaman, penerbangan ini akan sedikit mengalami guncangan, namun kita akan menemukan jalang pulang”.
Bayangkan Anda sebagai seorang pilot kehidupan Anda sendiri, sikap dan pendekatan yang mana yang akan menemukan solusi atas permasalahan kehidupan? Kalau sesuatu tidak ingin terjadi dalam kehidupan Anda, berhentilah mengkawatirkannya dan berhentilah membicarakannya! Energi yang Anda kerahkan ke sana justru akan menghidupkannya. Anda ingin membuktikan? Pakailah baju pesta warna putih bersih, kemudian kawatirlah baju putih Anda akan terkena coklat atau ketumpahan kopi dan minuman warna lainnya… dan percayalah esok hari Anda akan mencari diterjen penghilang noda.
Pesan moral : Berhentilah kawatir kecuali Anda ingin hal itu benar-benar terjadi

Bersungguh-sungguhlah
Semua motivator dan psikolog mengatakan bahwa Anda harus “percaya diri”. Masuk akal. Akan tetapi, sebelum Anda percaya pada diri sendiri, Anda harus meyakini diri sendiri. Demikian banyak orang lemah dalam hal janji dan komitmen. Kita berjanji akan melakukan sesuatu, ternyata Tidak! Mereka berjanji membantu kita, ternya pergi berlibur, kita berjanji bayar rekening, nyatanya uang kita gunakan untuk berlibur! Berkomitmenlah terhadap sesuatu hanya ketika Anda tahu bahwa Anda akan menindaklanjutinya. Kalau perlu, buatlah janji lebih sedikit dan komitmen lebih sedikit, namun apapun yang Anda janjikan, lakukan. Secara perlahan perkataan kita akan menjadi hukum. Ketika itulah Anda benar-benar percaya kepada diri sendiri. Pesan Moral: berjanjilah ketika Anda punya kesungguhan untuk melakukannya

Mulailah
Saya akan joging setiap pagi, ketika saya fit. Salah. Ketika saya merasa lebih bersemangat, saya akan mengerjakan PR. Salah. Ketika saya berenergi, saya akan memulai usaha kecil sendiri. Salah. Lakukan kebalikannya, Anda tidak ada punya mood untuk mencuci mobil di hari libur, tapi cobalah ambil ember dan kanebo, ketika Anda memulai makan mood Anda akan bagus dan bersemangat mencuci mobil Anda. Anda akan termotivasi dengan melakukan segalanya, bukan sekedar memikirkan saja. Tindakan membuat Anda bersemangat dan tindakan menyingkapkan kesempatan. Pesan Moral : Mulailah dan Anda akan termotivasi

Ketika Anda melawan kehidupan, kehidupan selalu menang
Pada suatu masa, hiduplah seorang petani Tua dengan anak lelakinya yang sudah tumbuh dewasa. Mereka memiliki kuda jantan kesayangan yang mereka rawat dengan baik. Suatu hari, kuda kesayangan mereka hilang pada saat diajak berladang di tepi hutan. Mereka kelihatan berduka, namun dengan raut muka yang santai dan biasa saja. Para tetangga tahu, bahwa kuda tersebut adalah kuda kesayangan mereka dan sangat diAndalkan dalam mereka mencari nafkah berladang. Tetangga berdatangan dan mengucapkan duka kepada di petani dan anaknya. "kami turut berduka yang mendalam yaa atas hilangnya kuda kesayangan Anda, tentu Anda sangat bersedih yaa....". Si Petani dengan tenang menjawab "mungkin sudah takdir kami harus berpisah dengan kuda kesayangan kami, pasti Tuhan punya rencana lain bagi kami..." Selang seminggu setelah kejadian tersebut, pada saat si petani dan anak remajanya asyik berladang, tiba-tiba segerombolan kuda datang menghampiri mereka. Waah ternyata kuda kesayangan mereka pulang kembali dan membawa 10 kuda liar. Dalam hati si petani bilang "ternyata ini rencana Tuhan, kami diberikan kepercayaan untuk memiliki dan menjaga 11 kuda sekaligus" Para tetanggapun berdatangan ke rumah si petani mengucapkan selamat karena mendapatkan limpahan rejeki yang luar biasa untuk ukuran di kampung tersebut. "waaahhh hebaaat... selamat ya, Anda mendapatkan rejeki yang melimpah, kuda Anda kembali bahkan membawa 10 kuda liar, selamat, selamat... kenapa bukan saya yaa..." Si Petani dengan tenang menjawab "mungkin sudah rejeki kami kuda kesayangan kami kembali dan membawa 10 teman barunya, pasti Tuhan punya rencana lain bagi kami..." Selang seminggu kemudian, pada saat anak si petani melatih kuda-kuda liarnya... dia terjatuh dan mengalami luka "PATAH KAKI kanannya", maklum belum semua kuda-kuda itu jinak dan bisa dikendalikan. Para tetanggapu berdatangan, kembali mengucapkan bela sungkawa kepada si petani atas musibah yang menimpa anaknya. Si Petani dengan tenang menjawab "mungkin sudah takdir anak saya harus mengalami musibah ini, pasti Tuhan punya rencana lain bagi kami..." Tidak selang berapa lama, para tentara dari kerajaan merekrut semua pemuda di kampung-kampung untuk dipaksa menjadi tentara untuk ikut berperang. Semua orang tua di kampung itupun berduka karena kehilangan anak remajanya yang dipaksa menjadi tentara. Kecuali anak si petani yang tidak dibawa oleh para tentara karena sedang patah kakinya. Cerita ini terus berlanjut dengan kejadian-kejadin baik ataupun buruk. dan si petani selalu menyikapi dengan tenang, sedangkan para tetangga menyikapinya dengan sikap berlebihan. dan begitulah Hidup ini.... Setiap kejadian selalu disertai dengan hikmah... Pesan Moral: jangan memberi label dan mereka-reka segalanya. Jalani saja.

Terakhir.
Misi Anda dalam kehidupan bukanlah untuk mengubah dunia, misi Anda adalah mengubah diri sendiri. Biarkan hati Anda yang bicara dan ikuti kata hati Anda
Dunia adalah cermin, apa yang Anda rasakan dalam diri akan Nampak di luar cermin. Kita tidak mungkin merubah dan memperbaiki kehidupan dengan merubah apa yang ada dalam cermin. Kalau ada orang di jalan berlaku tidak sopan kepada kita, tidak mungkin kita berpindah cari jalan lain, itu tidak akan membantu. Kalau tidak seorangpung menghormati Anda di tempat kerja, pindah kerja tidak akan membantu menghilangkan masalahnya.  Banyak orang berpikir dengan cara terbalik. Kita belajar: kalau Anda tidak menyukai pekerjaan Anda, pindah saja! Kalau Anda tidak menykai istri Anda, secarikan saja! Terkadang pindah kerja atau bercerai seolah-olah menyelesaikan masalah, tapi kalau kita tidak berubah tidak lama lagi Anda akan pindah kerja dan bercerai lagi, begitu seterusnya. Jadi jangan pernah berharap dunia berubah sesuai keinginan Anda, tapi kita harus berubah agar dunia indah seperti yang kita harapkan.
Pesan Moral: dalam memperbaiki kehidupan Anda, memperbaiki diri sendiri itu efektif dan mencoba mengubah dunia tidaklah efektif

Salam SmartLife
Joko Ristono

Selasa, 13 Oktober 2015

1000 TEMAN KURANG, 1 ORANG MUSUH KEBANYAKAN

Manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan paling sempurna, memiliki fisik yang lengkap, sehingga mampu mengerjakan banyak hal dengan baik.Manusia juga dilengkapi dengan akal dan pikiran, termasuk di dalamnya ada emosi, yang tidak dimiliki oleh mahkluk lain. Sisi emosi inilah yang membuat kehidupan di dunia manusia ini begitu dinamis, begitu indah sekaligus begitu menyeramkan, begitu komplek. Satu hal yang kental dalam sisi kehidupan manusia adalah khilaf dan salah. Ada yang bilang, manusia adalah tempat salah dan lupa, baik kesalahan yang tidak disengaja seringkali terjadi, ataupun kesalahan yang disengaja.

Setiap kesalahan yang kita buat, tentunya akan merugikan orang lain, kadang menyakiti orang lain, bahkan menyengsarakan.Para  pengusaha sawit yang mengambil jalan pintas dalam menyiapkanlahan dengan cara membakar, sengaja membuat kesalahan yang menyengsarakan orang lain, bahkan menjadi bencana nasional. Ingat kesaahan yang disengaja. Seorang pengemudi tanpa sengaja menyebabkan kecelakaan beruntun yang mengakibatkan banyak korban meninggal, meskipun kesalahan ini tidak sengaja. Karena merugikan orang lain, maka disebut kesalahan. Menumpahkan kopi ke baju putih baru temen kita, merugikan bukan, padahal kita tidak sengaja. Kesalahan yang disengaja lainnya yang sangat menjamur dan menjadi budaya di negeri ini selama bebeberapa dekade, KORUPSI. Korupsi adalah kesalahan yang disengaja.Menyakiti, merugikan dan menyengsarakan orang lain. .

Setiap kesalahan yang disengaja maupun tidak, akan menghadirkan bila tidak diikuti dengan tindak lanjut untuk memperbaikinya, dan sampai pihak yang dirugikan memberikan maaf, maka kesalahan ini akan berpotensi untuk menimbulkan bibit permusuhan.

Sebaliknya, berbuat baik, lawan dari berbuat kesalahan, akan mendatangkan teman, karena berbuat baik akan menguntungkan orang lain. Meskipun tidak semua perbuatan baik akan berbuah pertemanan, meskipun tidak semua perbuatan baik akan berbuah kebaikan saat itu juga, seringkali berbuat baik tidak dipandang sebagai kebaikan oleh orang lain, alias dianggap hal biasa karena dianggap memang sudah seharusnya demikian.Tapi tetap saja kita mesti seharusnya berbuat baik, jelas jauh lebih baik dibanding berbuat kesalahan.

Seribu teman tidaklah cukup, sedangkan satu musuh terlalu banyak. Pepatah yang dalam. Temanlah yang akan mendatangkan kebahagiaan, teman yang akan memberikan pertolongan saat kita dalam kesulitan, teman yang akan rela berbagi saat kita membutuhkan. Pada saat kita meraih kesuksesan, selesai mengerjakan sebuah project, seharusnyalah kita bahagia. Namun bahagia atas pencapaian itu baru akan terasa saat kita bagikan dan ceritakan kepada orang lain, bagikan kepada teman. Pada saat beban kehidupan terasa begitu berat, persaingan kerja, persaingan hidup (khususnya di kota besar), kesulitan ekonomi, masalah keluarga, masalah kenakalan anak, masalah tetangga... dan ribuan masalah lain yang menghimpit, kemana kita mesti berbagi beban? teman. Itulah kenapa 1000 teman tidak cukup.

Kembali ke berbuat baik agar mendapatkan teman, dan menghindari berbuat salah agar terhindar dari permusuhan, faktanya tidaklah sesederhana itu. Niat baik, dan perbuatan baik sering kali disalah tafsirkan oleh orang lain. Berbuat baik kadang dilihat sebelah mata.

Jadi apa yang harus kita lakukan?? terus berusaha berbuat baik, sekecil apapun itu. dan berusaha terus untuk menghindari kesalahan.

Salam Smart Life
Joko Ristono

(ntar lagi ah lanjtinnya..)

Rabu, 07 Oktober 2015

DARI PADA MENGELUH, LAKUKAN 5 HAL INI


The No Complaining Rul


Mengeluh adalah tanda tidak mampu. Orang-orang yang suka mengeluh sesungguhnya adalah orang-orang yang tidak mampu dan tidak yakin kepada kehebatan kualitas dirinya. Orang-orang yang suka mengeluh sesungguhnya adalah mereka-mereka yang menebar energi negatif dan merusak energi bahagia di area tempat dia mengeluh.

Bila Anda seorang pengeluh atau tanpa sadar sering mengeluh, berhentilah segera, sebab Anda hanya menebar energi pesimistis yang negatif kepada diri sendiri dan orang lain. Bila orang-orang di lingkungan kerja dan di lingkungan kehidupan pribadi Anda suka mengeluh, beritahu mereka bahwa sifat mengeluh hanya akan membawa keadaan semakin memburuk, bukan semakin membaik. 

Jon Gordon di dalam bukunya The No Complaining Rule menjelaskan tentang lima hal yang bisa dilakukan selain mengeluh.Yaitu:

  1. Perasaan bersyukur. Bersyukur akan menimbulkan sikap positif dalam memandang segala sesuatu yang terjadi dan akan menumbuhkan energi positif dalam diri kita, dan dengan bersyukur akan membuat kita senantiasa memiliki harapan
  2. Memuji orang lain. Memuji keberhasilan orang lain adalah belajar melihat sisi positif yang ada, sebagai alternatif untuk mengalihkan pikiran negatif yang cenderung selalu muncul 
  3. Berfokus pada kesuksesan. Kegagalan adalah langkah untuk menuju suatu keberhasilan, jadi jangan dipikirkan terlalu dalam dengan sikap yang salah. Fokus pada hal-hal yang sudah berhasil kita lakukan 
  4. Melepaskan. Melepaskan berarti pasrah, bukan menyerah, pasrah adalah terus berusahan untuk menjadi lebih baik karena memang itulah kodrat manusia
  5. Berdoa dan merenung. Sudah pasti, berdo'a akan membuat diri kita tenang dan akan membuat kita yakin akan adanya pertolongan Tuhan, dan merenung memberikan kita kesempatan untuk kreatif dan menemukan jalan keluar
Saya menyarankan kepada Anda untuk membaca buku Jon Gordon, agar Anda bisa mendapatkan wawasan yang lebih luas dalam upaya membebaskan diri Anda dan lingkungan Anda dari energi mengeluh.

Sifat mengeluh akan mendatangkan semakin banyak persoalan ke dalam kehidupan Anda. Bila Anda masih terus mengeluh berarti Anda masih memikirkan hal-hal yang tidak Anda inginkan di dalam kehidupan Anda. Sifat mengeluh hanya akan membawa Anda kepada stress dan depresi. Sifat mengeluh hanya akan mengurangi daya tahan diri Anda untuk berjuang merebut keberhasilan yang lebih tinggi. 

Sifat mengeluh hanya akan membuat Anda tidak berdaya, sebab, diri Anda dikuasai oleh keraguan dan ketakutan yang membonsai potensi sukses Anda. Berhentilah mengeluh sebelum keluhan-keluhan Anda itu mendatangkan hal-hal yang tidak Anda inginkan ke dalam kehidupan Anda.

Boleh mengeluh, dengan syarat :
  1. Mengeluh pada orang yang tepat, misalnya atasan atau siapapun yang ada hubungan dan kompeten terhadap keluhan kita
  2. Mengeluh boleh asal disertakan minimal 2 usulan solusi atas apa yang dikeluhkan

Tips agar Anda terhindar dari mengeluh :
  1. Lakukan hal sederhana yaitu PUASA MENGELUH. Lakukan dari yang paling ringan yaitu "hari bebas keluhan". Awalnya anda akan melakukan kesalahan2 kecil yaitu melanggar puasa tersebut, tapi itu nggak masalah, lanjutkan saja puasa anda. Perhatikan apa yang akan anda rasakan setelah selesai puasa mengeluh hari itu, pasti akan terjadi hal-hal seperti ini : anda akan lebih ber-energi, anda menjadi lebih tenang, pokoknya anda akan mengalami hari yang indah
  2. Lanjutkan dengan Minggu bebas keluhan, bulan bebas keluhan dan selanjutnya Tahun bebas keluhan.
  3. Ajak teman baik anda, untuk mencoba Puasa mengeluh
Selamat mencoba

Salam SmartLife
Joko Ristono