Minggu, 28 September 2014

Chore dan Shure


Saya pernah bekerja selama 12 tahun di perusahaan jepang yang beroparasi di Indonesia. Pertama kali masuk bulan Mei tahun 2000, ikut rekrutment di sebuah Hotel di Surabaya dan singkat cerita saya diterima dan berangkat ke Jakarta. Hal yang saya kagumi pertama kali bergabung adalah semangat bekerja staf-staf penjualan yang kerja dari pagi sampai malam (waktu jaman saya masuk memang belum dibuat aturan mengenai 8 jam kerja). Yang kedua membuat saya takjub dan sampai kemudian dengan bangga saya ceritakan hal ini kepada temen-temen saya di setiap kesempatan adalah adalanya kegiatan Chore dan Shure

Motivasi dari orang lain
Dalam dunia kerja, produktifitas karyawan ditentukan salah satunya oleh motivasi diri, selain factor kompetensi tentunya. Urusan motivasi, perusahaan ini sangat jago, salah satu caranya adalah dengan melakukan kegiatan chore dan shure.

Chore adalah apel pagi, sebelum memulai aktivitas pekerjaan, sedangkan shure adalah apel malam, untuk mengakhiri seluruh rangkaian aktivitas pekerjaan hari itu. Apa bedanya dengan apel pagi di militer, ya mungkin Anda sering melihat apel pagi dalam bentuk upacara bendera, kemudian ada pengarahan dari komanda, pembacaan sapta marga.
Dalam kegiatan Chore dan shure ada pembacaan filosofi perusahaan dalam bahasa jepang dan bahasan Indonesia, dipimpin oleh seorang staf secara bergantian dan langsung diikuti oleh seluruh staf. Seperti pembacaan pancasila pada upacara bendera, petugas membacakan dan peserta mengikuti.

Bacaan dalam Chore dan Shure
Chore adalah switch on seorang karyawan untuk siap bekerja, sebaliknya shure adalah switch off. Dalam rangkaian kegiatan ini dilakukan pembacaan filosofi perusahaan sebagai penyemangat dan sebagai pengingat hakekat bekerja itu seperti apa.

Filosofi perusahaan (Za She). Filosofi perusahaan saya bekerja ini adalah “demi kebahagiaan semakin banyak orang”, yang berarti semua kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan bertujuan untuk memberikan kebahagiaan kepada sebanyak mungkin orang. Rencana penjualan, strategi, loyalty program, pengembangan produk, event gathering, apapun kegiatannya harus didasarkan pada filosofi ini. Bagaimana seorang karyawan mengejawantahkan filosofi ini, yaitu dengan kerja keras, jujur, tulus dan gigih.
ZA SHE
Yori ōku no hitobito no shiawase no tame ni
Hitotsu kinben diare
Hitotsu shojiki diare
Hitotsu Seijitsu diare
Hitotsu nintai tsuyo kuare
MOTO BEKERJA
Demi kebahagiaan semakin banyak orang
Harus kerja keras
Harus jujur
Harus tulus

Harus gigih

Empat rasa terimakasih (Yotsu no Kansha). Bahwa bekerja itu berinteraksi dengan banyak pihak, tanpa mereka kita tidak akan berhasil. Oleh karena itu ada ungkapan “empat rasa terima kasih”. Yaitu terimakasih kepada seluruh customer, terimaksih kepada seluruh rekan kerja, terimakasih kepada semua yang berhubungan dengan saya dan terimakasih kepada yang menghidupi saya. Ini adalah ungkapan yang mendalam, sebagai bentuk rasa syukur dan terimakasih.
YOTTSU NO KANSHA
Hitotsu okyakusama no minasan arigatogozaimasu
Hitotsu Kaisha no minasan arigatogozaimasu
Hitotsu watashi ni kakawari no minasan arigatogozaimasu
Hitotsu watasio ikasite kudasaru minasan arigatogozaimasu
EMPAT RASA TERIMAKASIH
Untuk seluruh customer terimakasih
Untuk seluruh rekan kerja terimakasih
Untuk semua yang berhubungan dengan saya terimakasih

Untuk semua yang menghidupi saya terimakasih

Empat Arti Cinta (Yotsu no Ai). Bekerja harus didasari rasa cinta, yaitu “cinta sebagai motivasi utama”. Cinta yang seperti apa? Cinta itu adalah mempercayai segalanya, memaafkan segalanya, menerima segalanya dan cinta mengakui segalanya.

YOTTSU NO AI
Ai o daichi no doki to shite
Hitotsu aiwa subete o shinjiru
Hitotsu aiwa subete o yurusu
Hitotsu aiwa subete o ukeireru
Hitotsu aiwa subete o mitomeru
EMPAT ARTI CINTA
Cinta sebagai motivasi utama
Cinta mempercayai segalanya
Cinta memaafkan segalanya
Cinta menerima segalanya

Cinta mengakui segalanya

Petunjuk mewujudkan mimpi (Rhinen no Jissen kun). Dan ada kata-kata penyemangat yang sangat luar biasa, yaitu “petunjuk mewujudkan mimpi”. Saya agak sedikit lupa, maklum sudah bertahun-tahun tidak membacanya. 
RHINEN NO JISENKUN
Jisen jisen matta jisen
Shuren Shuren matta Shuren
Yatte yatte yaritosu
Ore ga dare ga dara ye ga ya ru
Ima o itte itsu dekiru
Yate yara na e koto wana e
Yara shiku dekiru waka gana e
LANGKAH MEWUJUDKAN VISI
Terapkan terapkan dan terapakn
Latih latih dan latihlah
Lakukan lakukan dan terus dilakukan
Bila tidak dilakukan, siapa akan melakukan
Bila sekarang tidak dilakukan, kapan akan terwujud
Bila ada kemauan, tidak ada yang tidak bisa dilakukan

Tanpa melakukan, tidak akan terwujud

Bayangkan semua bacaan tersebut dibacakan dengan penuh semangat dalam bahasa Jepang dan bahasa Indonesia setiap pagi untuk memulai aktivitas kerja, disertai dengan gerakan sesuai dengan bacaannya. Usai membaca yang ngantuk jadi seger dan yang loyo jadi semangat dan akhirnya kerja lebih produktif.

Briefing Pekerjaan
Usai membaca filosofi perusahaan dilanjutkan dengan kegiatan briefing, yang menyampaikan informasi dan membahas rencana kerja hari ini. Rasanya ini juga dilakukan di perusahaan-perusahaan lain.

Motivasi
Sebagai penutup, kegiatan chore diakhirnya dengan penyampaian motivasi dari staf, secara bergantian setiap hari dan dilanjutkan motivasi dari pimpinan cabang. Bagi staf yang bertugas ini adalah cara untuk melatih menyampaikan pendapat, menyampaikan kata-kata motivasi sekaligus seorang staf dituntut untuk belajar karena harus memberikan motivasi kepada rekan kerjanya. Bagi atasan, momen ini sangat penting, untuk mengawali hari pesan yang memberikan semangat kepada anggota team dari seorang leader sangat dibutuhkan. 

Selanjutnya ditutup dengan do’a.
Tentu ini adalah salah satu upaya perusahaan untuk mempertahankan motivasi karyawan, menanamkan nilai-nilai perusahaan dan juga sebagai ajang untuk penyampaian informasi penting tentang policy sekaligus sebagai ajang untuk pemberian penghargaan karyawan.

Salam Smart Life
Joko Ristono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Minggu, 28 September 2014

Chore dan Shure


Saya pernah bekerja selama 12 tahun di perusahaan jepang yang beroparasi di Indonesia. Pertama kali masuk bulan Mei tahun 2000, ikut rekrutment di sebuah Hotel di Surabaya dan singkat cerita saya diterima dan berangkat ke Jakarta. Hal yang saya kagumi pertama kali bergabung adalah semangat bekerja staf-staf penjualan yang kerja dari pagi sampai malam (waktu jaman saya masuk memang belum dibuat aturan mengenai 8 jam kerja). Yang kedua membuat saya takjub dan sampai kemudian dengan bangga saya ceritakan hal ini kepada temen-temen saya di setiap kesempatan adalah adalanya kegiatan Chore dan Shure

Motivasi dari orang lain
Dalam dunia kerja, produktifitas karyawan ditentukan salah satunya oleh motivasi diri, selain factor kompetensi tentunya. Urusan motivasi, perusahaan ini sangat jago, salah satu caranya adalah dengan melakukan kegiatan chore dan shure.

Chore adalah apel pagi, sebelum memulai aktivitas pekerjaan, sedangkan shure adalah apel malam, untuk mengakhiri seluruh rangkaian aktivitas pekerjaan hari itu. Apa bedanya dengan apel pagi di militer, ya mungkin Anda sering melihat apel pagi dalam bentuk upacara bendera, kemudian ada pengarahan dari komanda, pembacaan sapta marga.
Dalam kegiatan Chore dan shure ada pembacaan filosofi perusahaan dalam bahasa jepang dan bahasan Indonesia, dipimpin oleh seorang staf secara bergantian dan langsung diikuti oleh seluruh staf. Seperti pembacaan pancasila pada upacara bendera, petugas membacakan dan peserta mengikuti.

Bacaan dalam Chore dan Shure
Chore adalah switch on seorang karyawan untuk siap bekerja, sebaliknya shure adalah switch off. Dalam rangkaian kegiatan ini dilakukan pembacaan filosofi perusahaan sebagai penyemangat dan sebagai pengingat hakekat bekerja itu seperti apa.

Filosofi perusahaan (Za She). Filosofi perusahaan saya bekerja ini adalah “demi kebahagiaan semakin banyak orang”, yang berarti semua kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan bertujuan untuk memberikan kebahagiaan kepada sebanyak mungkin orang. Rencana penjualan, strategi, loyalty program, pengembangan produk, event gathering, apapun kegiatannya harus didasarkan pada filosofi ini. Bagaimana seorang karyawan mengejawantahkan filosofi ini, yaitu dengan kerja keras, jujur, tulus dan gigih.
ZA SHE
Yori ōku no hitobito no shiawase no tame ni
Hitotsu kinben diare
Hitotsu shojiki diare
Hitotsu Seijitsu diare
Hitotsu nintai tsuyo kuare
MOTO BEKERJA
Demi kebahagiaan semakin banyak orang
Harus kerja keras
Harus jujur
Harus tulus

Harus gigih

Empat rasa terimakasih (Yotsu no Kansha). Bahwa bekerja itu berinteraksi dengan banyak pihak, tanpa mereka kita tidak akan berhasil. Oleh karena itu ada ungkapan “empat rasa terima kasih”. Yaitu terimakasih kepada seluruh customer, terimaksih kepada seluruh rekan kerja, terimakasih kepada semua yang berhubungan dengan saya dan terimakasih kepada yang menghidupi saya. Ini adalah ungkapan yang mendalam, sebagai bentuk rasa syukur dan terimakasih.
YOTTSU NO KANSHA
Hitotsu okyakusama no minasan arigatogozaimasu
Hitotsu Kaisha no minasan arigatogozaimasu
Hitotsu watashi ni kakawari no minasan arigatogozaimasu
Hitotsu watasio ikasite kudasaru minasan arigatogozaimasu
EMPAT RASA TERIMAKASIH
Untuk seluruh customer terimakasih
Untuk seluruh rekan kerja terimakasih
Untuk semua yang berhubungan dengan saya terimakasih

Untuk semua yang menghidupi saya terimakasih

Empat Arti Cinta (Yotsu no Ai). Bekerja harus didasari rasa cinta, yaitu “cinta sebagai motivasi utama”. Cinta yang seperti apa? Cinta itu adalah mempercayai segalanya, memaafkan segalanya, menerima segalanya dan cinta mengakui segalanya.

YOTTSU NO AI
Ai o daichi no doki to shite
Hitotsu aiwa subete o shinjiru
Hitotsu aiwa subete o yurusu
Hitotsu aiwa subete o ukeireru
Hitotsu aiwa subete o mitomeru
EMPAT ARTI CINTA
Cinta sebagai motivasi utama
Cinta mempercayai segalanya
Cinta memaafkan segalanya
Cinta menerima segalanya

Cinta mengakui segalanya

Petunjuk mewujudkan mimpi (Rhinen no Jissen kun). Dan ada kata-kata penyemangat yang sangat luar biasa, yaitu “petunjuk mewujudkan mimpi”. Saya agak sedikit lupa, maklum sudah bertahun-tahun tidak membacanya. 
RHINEN NO JISENKUN
Jisen jisen matta jisen
Shuren Shuren matta Shuren
Yatte yatte yaritosu
Ore ga dare ga dara ye ga ya ru
Ima o itte itsu dekiru
Yate yara na e koto wana e
Yara shiku dekiru waka gana e
LANGKAH MEWUJUDKAN VISI
Terapkan terapkan dan terapakn
Latih latih dan latihlah
Lakukan lakukan dan terus dilakukan
Bila tidak dilakukan, siapa akan melakukan
Bila sekarang tidak dilakukan, kapan akan terwujud
Bila ada kemauan, tidak ada yang tidak bisa dilakukan

Tanpa melakukan, tidak akan terwujud

Bayangkan semua bacaan tersebut dibacakan dengan penuh semangat dalam bahasa Jepang dan bahasa Indonesia setiap pagi untuk memulai aktivitas kerja, disertai dengan gerakan sesuai dengan bacaannya. Usai membaca yang ngantuk jadi seger dan yang loyo jadi semangat dan akhirnya kerja lebih produktif.

Briefing Pekerjaan
Usai membaca filosofi perusahaan dilanjutkan dengan kegiatan briefing, yang menyampaikan informasi dan membahas rencana kerja hari ini. Rasanya ini juga dilakukan di perusahaan-perusahaan lain.

Motivasi
Sebagai penutup, kegiatan chore diakhirnya dengan penyampaian motivasi dari staf, secara bergantian setiap hari dan dilanjutkan motivasi dari pimpinan cabang. Bagi staf yang bertugas ini adalah cara untuk melatih menyampaikan pendapat, menyampaikan kata-kata motivasi sekaligus seorang staf dituntut untuk belajar karena harus memberikan motivasi kepada rekan kerjanya. Bagi atasan, momen ini sangat penting, untuk mengawali hari pesan yang memberikan semangat kepada anggota team dari seorang leader sangat dibutuhkan. 

Selanjutnya ditutup dengan do’a.
Tentu ini adalah salah satu upaya perusahaan untuk mempertahankan motivasi karyawan, menanamkan nilai-nilai perusahaan dan juga sebagai ajang untuk penyampaian informasi penting tentang policy sekaligus sebagai ajang untuk pemberian penghargaan karyawan.

Salam Smart Life
Joko Ristono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar