Sabtu, 26 Juli 2014

Selasa, 22 Juli 2014

Sabtu, 26 Juli 2014

AKU RINDU PADAMU

Hari ini hari ke 28 bulan Ramadhan. Bagi sebagia besar orang muslim, bulan ini menjadi bulan yang ditunggu-tunggu karena limpahan rahmad, jutaan ampunan. meskipun bagi sebagian orang, bulan ramadhan adalah suatu bulan yang berisi 30 hari, sama seperti bulan-bulan lainnya. 

Isya'allah saya selalu menyambut dengan senang datangnya bulan ramadhan, berharap saya mampu melakukan kewajiban dan sunnah selama bulan ramadhan dan berharap segala dosa yang telah terakumulasi selama 11 bulan atau bahkan di tahun2 sebelumnya mendapat ampunan.

Setelah 28 hari berlalu, dan aku timbang-timbang, aku banding-bandingkan, rasanya ramadhan kali ini mengalir begitu saja. Aku tidak membuat amalan lebih baik dan lebih kusyuk banding bulan lainnya, aku apalagi meningkat banding bulan-bulan sebelumnya. Bahkan banding ramadhan tahun lalu kok malah turun! ada apa loe Jok? merasa nggak ada dosa? merasa hidupmu baik-baik saja? bukankah kau masih banyak berbuat dosa? bukankah kau saat ini sedang sangat membutuhkan pertolongan-Nya?

Ingat 2,5 tahun lalu, saat kamu benar-benar membutuhkan pertolongan-Nya! tiba-tiba kamu berubah menjadi orang yang sangat sholeh, menjalan kan banyak amalan sunnah. Tahajud kau lakukan setiap malam, sholat dhuha kau lakukan setiap pagi, sedekah kau lakukan sesering kau mau.. DAN KAU MASIH INGAT bagaimana Allah menjawab semua amalan-mu itu... KAMU MENDAPATKAN PEKERJAAN dengan gaji 2.5 kali lipat dari gaji yang kau dapat di pekerjaan yang sudah 12 tahun kau Geluti... dan akhirnya kamu mengambil kesempatan itu...

Yaa Allah... 
Ampuni hambamu ya Allah... sudah seharusnya saya senantiasa bersyukur
sudah seharusnya aku mengingat-Mu setiap saat
sudah seharusnya aku menghadap-Mu di keheningan malam
sudah seharusnya aku menyisihkan rezekiku untuk orang lain
sudah seharusnya aku memaksimalkan ramadhan-Mu 

Ya Allah...
rasanya sholatku tidak se-kusyuk yang lalu-lalu
rasanya puasaku, sekedar ritual sahur dan buka puasa
rasanya sedekahkan begitu-begitu saja

Ya Allah...
kuatkanlah kembali imanku
kokohkanlah lagi niatku untuk senantiasa bersujud padamu
tumbuhkanlah ketakutanku akan dosa
tumbuhkanlah ambisiku untuk menabung pahalamu

Ya Allah...
Aku Rindu Pada-Mu
Aku rindu pelukan-Mu 
Bahkan aku hampir lupa nikmatnya bisikan-Mu di keheningan malam dalam tahajudku

Ya Allah...
memang aku jarang bolong dhuha
dan atas ijinmu sholat 5 waktu tak berani aku tinggalkan
sedekah... masih aku lakukan
senantiasa berbuat baik dan menolong untuk orang lain, masih aku lakukan

Tapi .. aku mau lebih dari itu ya Allah
di waktu yang lalu aku mampu melakukannya
menjalankan semua sunahmu..

Ya Allah...
deretan kata-kata ini mengalir dari dalam hatiku
melalui jari-jemariku
tanpa sensor, mengalir apa adanya

Kabulkanlah do'aku
Penuhi hasrat rinduku pada-Mu
Amien


Salam SmartLife
Joko Ristono

Oh Iya ya Allah... kabulkanlah niatku untuk kembali ke Tanah Suci-Mu atas panggilan-Mu. Kali ini saya ingin mengajak istriku. sudah daftar dan sudah bayar separo ya Allah, mudahkanlah melunasi sisanya dan lapangkanlah waktunya sehingga di bulan Desember 2014 aku memenuhi panggilanmu ke tanah suci. Amiin

Selasa, 22 Juli 2014

HIRE ME

Dua tahun persis (22 Juli 2014) saya bekerja sebagai profesional hire yang ditempatkan oleh Infomedia di klien-nya di Telkom Indonesia. 
Tepat hari ini 2 tahun saya menjalankan tugas sebagai Manager Customer Relationship Management (CRM) di Telkom Indonesia. Rasanya waktu berjalan begitu cepat! bahkan cepaaat sekali, tidak terasa. sejak 1 tahun lalu, saat saya 1 tahun berkarya di Telkom sebagai CRM manager, pergulatan dalam pikiran saya adalah... apakah saya tidak dibayar terlalu mahal atas hasil yang saya kontribusikan, saya tidak puas dengan yang sudah saya hasilkan. memang tidak semata-mata kesalahan saya, dan semua orang mengakui hal tersebut, bahwa banyak faktor yang berperan atas hasil kerjaku yang tidak maksimal. Hal ini dialami oleh ketiga temanku dalam 1 tim CRM yang berstatus profesional hire.



Apapaun hasilnya.. hari ini kami harus mengakiri karir di Telkom, karena memang secara aturan depnaker kontrak hanya bisa diperpanjang maksimal 2 tahun. Yang kedua bagian yang kami kerjakan selama ini sudah tidak diaktifkan lagi di Telkom, jadi sebenarnya selain kontrak habis, kerjaan juga sudah habis.
Sejak 6 bulan lalu, awal tahun 2014, kami ber-4 sudah aktif untuk mencari pekerjaan pengganti. dan sampai saat ini terus mencari. Joko, Wahju, Donal, Jimmy. Empat sekawan, 4 masketeer, ha ha ha ha... kami berempat kesana kemari manjajakan diri... (tidak sampai melacurkan diri siih). Terbesit untuk berwirausaha. Wahju jualan asuransi, sepertinya sudah mantab, Donal bersama istrinya jualan nano spray. Jimmy sudah dipanggil interview oleh Infomedia walaupun hatinya belum terpanggil. Saya sendiri sejak 2 bulan lalu aktif jualan produk Infomedia meskipun statusnya belum jelas.
Praktis selama 5 bulan terakhir kami dibayar tapi dengan status tidak mengerjakan pekerjaan yang resmi. SERABUTAN maksudnya? hehehe iya! kadang ngantor di PP, kadang ngantor di perpustakaan LIPI (sampai diusir oleh satpam... perpustakaan tutup kok tetep nongkrong di lobby... "bapak tunggu siapa "kata si satpam)., kadang ngantor di lantai runag meeting lantai 6 Telkom, kadang ngantor di musholla... bahkan kadang2 ngantor di peron stasiun sudirman.
Oke itu cerita ringkas kami berempat! sekarang fokus ke cerita saya!
Dalam kondisi digaji tanpa kerjaan... bukanlah sifat saya, dan saya merasa malu atas uang yang saya terima. Jadi dibandingkan 3 temenku, saya adalah yang paling aktif mengisi waktu dengan mengerjakan apa yang bisa saya kerjakan (sombong dikit yaa... kan sombong untuk kebaikan sah-sah saja kan?). meski tanpa status saya sebagai karyawan infomedia, saya selalu semangat (lihat status BBM saya "ganbatte"). Saya mendatangi banyak calon klien : Telkom DSC, Telkom Konsumer, telkom DCS, Dwi Putra Grup, XXI, AXA dan lainnya. Hmmm semangat kan?? dan 3 temenku masih sibuk dengan dunianya sendiri! ... eeeh pernah sekali mengadakan meeting dengan PERURI (dan saya ikut).
Nah ditengah kegalauan kami.. kegalauan Saya! saya mulai mendekati temen2 lama untuk menyampaikan bahwa saya perlu pekerjaan. Kantor lama yang sudah membentuk perusahaan baru, sudah saya datangi dan ADA LAMPU HIJAU, karir.com, Jobstreet dan juga beberapa kenalan.
Dengan keahlian yang saya miliki, meskipun terkendala umur (43th), saya yakin Allah sudah menyiapkan rezeki bagi saya melalui pekerjaan. (Masih punya waktu sampai september 14! karena sampai bulan tersebut kami masih digaji oleh Telkom (heheheh iya gaji buta tadi).) Naah kali ini saya akan share sekilas resume saya, barangkali ada yang sedang membutuhkan Pekerja keras yang berpengalaman seperti saya (hayooo siapa cepat dia dapat):































                                       PENGALAMAN KERJA:
PT FORTUNE STAR GLOBAL (2000 - 2012)
•Marketing Manager (2010 – 2012)
•Customer Care Manager (2003 – 2012)
•Database Management Manager (2003 – 2012)
•Customer Relation & Service Manager (2010)
•Customer Relation Management Manager (2006  - 2010)
•Sales Manager (2006 – 2010)
•Marketing Plan & Strategy Supervisor (2000 – 2003)
PASARAYA SRI RATU – MADIUN (1997 – 2000)
•Sales Supervisor
PT OTSUKA INDONESIA (1996-1997)
•Medical representative
PT MERCK  INDONESIA (1995-1996)
•Medical representative

SPESIALISASI:
  • Customer Relationship Management (CRM)
  • Sales & Marketing
  • Marketing Database
  • Customer Care & Service
  • Telemarketing
  • Create the Standard Operational Procedure
  • Preventive Health Concept & Preventive Health Management
  • Trainer
  • Blogger


PERSOALITY:
  • Positive thinking
  • Enable to learn new methods
  • Persistent
  • Assertive
  • Smart / extensive knowledge
  • Effective Communication and presentation skill
  • Good Leadership skill
  • Work under pressure
  • Mastering in Microsoft program ( Ms-office, Adobe)
  • Excellent capability in doing analysis of customer information and database management
  • Excellent customer-service orientation
  • Highly self-compelled and directed, with sharp attention to detail


PHILOSOPHY:
  • We are the manifestation of what we Think about ourselves , think big about you
  • All the problems there is always a way out , how creative we find the solution
  • Give to others what we want others to give to us
  • Keep doing good thing, though as if no one cares, because God never owes us
  • Tidur disertai Tahajud, Kerja disertai Dhuha, Gaji disertai sodakoh...!
INFORMAL EDUCATION:
  • September 2002 – Seminar 2 hari : Dasar-dasar kesehatan komprehensif. Departemen Kesehatan RI
  • November 2003 – Workshop 1 hari : Analisa Situasi dan penentuan strategy pemasaran tahun 2004 – 2006. Viatama Trimitra Sedjati
  • Juli 2004 – Workshop 1 hari : Profesional Call Center. Johnson Indonesia.
  • Agustus 2004 – Seminar 3 Jam : Optimizing sales with Strong Database. Lembaga Management PPM.
  • November 2005 – Workshop 3 hari : Effective Supervisory Management. Viatama Trimitra Sedjati
  • September 2006 – Seminar 3 jam : Customer Relationship Management (CRM) – The 6 Biggest failures of Customer Relationship Management and the secret for success. Majalah Marketing
  • Agustus 2007 – Seminar sehari : Metrodata day solution day. Adaptable bussines management solutions. Inovation in oracle database.  Metrodata
  • November 2007 – Workshop 2 hari : Customer Relationship Management (CRM) – Marketing Prespective. Frontier.
  • Desember 2007 – Markplus Conference 1 hari : Getting out of Price War – It’s possible ?  Marketing Club
  • April 2010. Salesforce Management – Markplus Institute
  • 23-25 Juli 2010. ESQ Training Eksekutif angkatan ke-92 – ESQ leadership center
  • Desember 2010. The Markplus Conference 2010 : Growth with the next marketing, connect now! – Markplus Icn.
  • Mei 2011. Excellent Leadership for Great Leader – Fortune Star Academy
  • Agustus 2011. Leadership Excellence mentorship (Manager Qualification) – Reza Leadership Center
  • April 2012. Creating Effective leaders through competences development program – Fortune Star Academy
  • Juni 2012. The Master Key System for Succes – Andre Wongso
  • Berlangganan Majalah “Marketing” dan “MIX” sejak pertama terbit sampai saat ini
  • More than 100 audio book “Marketeers Todays Seminar” – Sales & Marketing

CONTACT:
  • Mobile : 081282833528
  • email : ristono.joko@gmail.com

Salam SmartLife
Joko ristono


Selasa, 15 Juli 2014

Ingin Perut Sixpack? Hindari 4 Makanan Ini!

Memiliki perut sixpack tak hanya berguna untuk meningkatkan penampilan Anda, tetapi juga berguna untuk meningkatkan kekuatan otot perut Anda. Otot sixpack akan terlihat jika Anda terlebih dahulu menyingkirkan lemak yang menutupinya. Lemak ini akan berkurang jika Anda rajin melakukan latihan.
sixpack 2 DF Ingin Perut Sixpack? Hindari 4 Makanan Ini!


Sedangkan untuk mencegah agar tidak terjadi timbunan lemak, Anda harus lebih jeli dalam memilih makanan yang Anda konsumsi tiap hari. Berikut ini 4 makanan yang sebaiknya Anda hindari jika ingin membentuk perut sixpack:
  1. Makanan Berbahan Tepung
    Jika Anda menginginkan perut sixpack, sebaiknya Anda menghindari makanan berbahan dasar tepung seperti roti, mie instan, spaghetti, dan sebagainya. Makanan jenis ini lebih cepat diubah menjadi glukosa sehingga dapat menyebabkan meningkatnya kadar gula darah dan menyebabkan timbulnya lemak dalam tubuh.
  2. mie instan DF Ingin Perut Sixpack? Hindari 4 Makanan Ini!
  3. Keripik Kentang
    Kebanyakan keripik kentang diproses menggunakan minyak goreng yang mengandung lemak jenuh. Bahkan, agar rasanya lebih nikmat, ditambahkan pula penyedap rasa dan zat aditif lain yang dapat merugikan kesehatan dan membuat Anda ketagihan.
  4. potato chips DF Ingin Perut Sixpack? Hindari 4 Makanan Ini!
  5. Minuman Bersoda
    Minuman bersoda memiliki efek yang sama berbahayanya dengan minuman beralkohol. Kandungan gula yang tinggi pada minuman ini dapat meningkatkan risiko diabetes. Bahkan, seseorang yang mengkonsumsi minuman bersoda setiap hari dalam empat tahun memiliki risiko terkena serangan jantung sebesar 40 persen. Bukan cuma itu, kadar kolesterol jahat pun ikut naik akibat konsumsi minuman bersoda secara berlebihan.
  6. Minuman bersoda DF Ingin Perut Sixpack? Hindari 4 Makanan Ini!
  7. Junkfood
    Sebagian besar junkfood mengandung lemak trans yang cukup tinggi yang dapat menyebabkan tingginya kadar kolesterol dan lemak tubuh. Lemak jenuh yang terdapat dalam makanan ini dapat meningkatkan timbunan lemak tubuh dan memicu penyakit kardivaskuler seperti, serangan jantung, stroke, dan sebagainya.
junkfood DF Ingin Perut Sixpack? Hindari 4 Makanan Ini!
Jauhkan 4 makanan di atas dari daftar menu Anda, dan mulailah mengkonsumsi makanan sehat yang menunjang pembentukan perut sixpack Anda. Anda juga bisa gabung di carasixpack.com untuk dapatkan panduan membentuk perut sixpack secara gratis.

Salam SmartLife
Joko Ristono

Sabtu, 05 Juli 2014

KISAH SEORANG DOKTER INTERNIS

Cerita ringan ini, semoga menjadi kisah inspirasi buat temen-temen yang sempet membaca, khususnya yang ada di kota bogor.

Hari senin, 30 Juni 2014 semua baik-baik saja. hanya saja pada saat menjelang buka puasa, badan rasanya agak meriang, dan sayapun mengenakan jaket.

Meriang saya anggap biasa, saat kritis yang disebabkan tubuh kekurangan glukosa setelah 11 jam berpuasa. Buka puasa di masjid Telkom, takjil kurma, teh manis dan nasi kotak. Pada saat makan nasi kotak, rasanya tidak nafsu sama sekali, atau mungkin karena sudah kenyang oleh kurma.

usai sholat magrib berjamaah, beres2 kerjaan dan pulang. Perjalanan pulang menjadi penderitaan luar biasa, badan lemas, meriang dan pingin muntah. Akhirnya sampai di rumah, langsung lari ke kamar mandi dan muntah sepuasnya, sempat muntah di stasiun tujuan tapi tidak tuntas.

Penderitaan terjadi selama semalam, badan meriang dan tidak bisa tidur. Pertolongan pertama adalah dengan paracetamol.

1 Juli 2014
Adalah hari ulang Tahunku, ulang tahun ke 43. dan saya putuskan untuk tetap bekerja, karena rasanya badan sudah lumayan dan langsung mandi untuk berangkat kerja. Tapi kenyataan berkata lain, bahwa penyakit saya menang melawan semangat saya. Saya putuskan cari dokter internis. dari sekian rumah sakit yang dihubungi oleh istri saya, akhirnya diputuskan konsultasi ke dokter internis di RS AZRA bogor, yaitu dokter DAUD (direktur RS AZRA).

Jam 11 antri dan bertemu dokter jam 13:00. tanpa ba bi bu, dokter memeriksa saya tidak lebih dari 1 menit. ada 2 - 3 pertanyaan untuk saya dan pemeriksaan di perut dan mulut. DOKTER MEMUTUSKAN SAYA HARUS OPNAME.

SHOCK... mudah sekali dokter ini kasih Pasien untuk opname, apa tidak perlu cek darah dulu dok?? kok cuma muntah sekali, meriang semalem langsung, pegang perut sekali... LANGSUNG VONIS OPNAME.

Kami berdua masih bengong atas keputusan dokter untuk Opname, suster sudah mulai sibuk dengan dokumen-dokumen untuk pasien daftar masuk kamar.

dokter: kok sepertinya ibu masih bingung (yaaa bingung lah dokter... masak semudah ini memutuskan opname, saya pikir bercanda... eeeeh ternyata benar)

AKHIRNYA TANPA BANYAK ARGUMENT KAMI NURUT UNTUK OPNAME. dokter sempet bilang infeksi virus (tapi kenapa tidak tunggu hasil pemeriksaan lab dulu dok??)

MASUK KAMAR, PASRAH. 
Untung saya punya 3 asuransi: 1. BPJS (di AZRA nggak bisa karena azra hanya menerima BPJS kelas 2 dan 3.. laaah saya ambil BPJS kelas 1 ternyata salah. 2. MANULIFE (eeeh AZRA tidak terima manulife yang pribadi, yang diterima adalah manulife yang corporate.. capeee deeech) 3. TMS (asuransi kantor). Saya masuk rumah sakit dengan jaminan asuransi TMS

CERITA MENARIKNYA
Setelah saya masuk kamar, dan update status banyak Telpon, SMS, BBM yang masuk yang menyampaikan:

  • Jok.. selamat yaaa,,, kamu berhasil dikerjai oleh dokter DAUD (maksud loe?)... hahahha beberapa waktu lalu saya ke dokter itu, dan tanpa banyak pemeriksaan saya langsung disuruh Opname... persis kejadian kamu... (oooh)
  • Om Joko... dokter itu memang begitu, suami saya cuma sakit perut, langsung disuruh Opname
  • Kemarin saya ke dokter Daud, ada luka bakar.. eeeh disuruh Opname juga.... selama yaa tante Heni .. yang sabar
Saya ambil positifnya saja sih... bisa istirahat, perbaikan gizi, di kelas VIP. dan karena beliau adalah dokter senior, saya yakin keputusan beliau berdasarkan intuisi dan pengalaman beliau. walaupun ternyata hasil LAB menunjukkan semuanya baik-baik saja. dan yang menyebabkan saya dipname adalah infeksi virus... ternyata tidak benar.

SEHAT DI-INFUS
Selama 3 malam yang terjadi pada saya adalah:

  1. Saya diinfus (mungkin lebih dar 10 botol)
  2. Diinjeksi antibiotik
  3. Diinjeksi obat mual sehari 3 kali
  4. Minum obat lambung sehari 3 kali
  5. Minum obat panas sehari 3 kali (kan gue nggak panas suster....)
  6. dan akhirnya saya harus nombok 1/3 dari total biaya rumah sakit atas selisih kelas layanan. (soal ini saya nggak tahu mana yang benar, yang jelas pas masuk semua kamar kosong.. tinggal satu-satunya kamar yang ada adalah VVIP yang saya tempati... nombok dech)
SEMPAT BERPIKIR RS KEJAR TAYANG
Atas keputusan mendadak untuk opname saya sempet berpikir, dokter yang juga direktur RS ini sedang kejar target sales, makanya semakin banyak pasien rawat inap, semakin cepat target tercapai....semoga saya salah

SETELAH 3 MALAM TETAP TIDAK BOLE PULANG
Yang mengejutkan adalah, setelah 3 malam, saya sehat, tidak demam, tidak ada keluhan ... (baca sehat di-infus)... saya di hari ke 2 dan ke 3 saat dokter visit saya minta pulang.
DOKTER tidak mengijinkan. Tapi di hari ke 3 saya nekat minta pulang, walaupun dokter bilang saya harus menginap minimal 3 malam lagi... (GUBRAAAAAK) artinya saya akan di-infus dalam kondisi makan lahap selama 6 hari... seeet deech.... Akhirnya atas permintaan sendiri saya pulang.

Semoga tidak terjadi apa-apa denga kesehatan saya, seperti hasil lab yang menunjukkan saya baik-baik saja.
Maaf yaa temen2 kantorku, saya seminggu nggak kerja... senin kita kerja keras lagi yaa,

UCAPAN TERIMAKASIH:
  1. Istriku yang setia menemanikan
  2. Adib yang menemani ayahnya tidur di RS... kapan2 ngopi bareng lagi ya mas... tapi jangan di RS
  3. Shafa... atas pelukan dan ciumanmu setiap menjenguk ayahmu yang sehat
  4. tetangga yang silih berganti menjenguk
  5. 4 sekawan yang jauh2 dari jakarta
  6. temen2 grup BBM yang membuat BB saya harus sering di-charge karena seringnya bunyi
  7. Terimakasih asuransi TMS
  8. dan terimakasih RS AZRA
Adib Kecapaian... gantian tidur di ranjang Pasien
Setia
Gak kebagian Ranjang
Salam SmartLife
Joko Ristono

Jokowi tidak hebat



Daripada sepi blog saya.. karena sudah lama gak sempet tulis artikel..
Kali ini saya copy paste artikel yang keren tentang salah satu kandidat presiden kita "bapak Jokowo". Karena saya sangat setuju dengan tulisan ini, bukan karena saya pendukung Pak Jokowi, tapi cerita yang merupakan kisah nyata, bukan cerita mereka-reka,,,!



sumber: Polimoli.com
Saya menuliskan ini dengan kesadaran penuh, dan betul judul di atas tidak salah. Jokowi tidak hebat.


Jokowi tidak hebat.
Iya hanya menjalankan tugas sesuai sumpah jabatannya, mengerjakan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya, melayani rakyatnya memastikan proyek-proyek berjalan sebagaimana mestinya. Begitu kan seharusnya Gubernur bekerja?

Jokowi tidak hebat.
Ketika dalam sebuah acara, Jokowi mempresentasikan pekerjaannya dihadapan para menteri dan tokoh masyarakat Jakarta ,kebetulan saya juga datang dan menyaksikan langsung,  tentang program-program DKI yang sedang berjalan. Salah satu bagiannya adalah tentang slump area (wilayah kumuh). Ada 9.000 lebih titik slump area, dan ketika memaparkan hal itu, suara Jokowi bergetar hampir menangis, “Anda gak usah jauh-jauh dari Sudirman Thamrin, jalan saja ke utara sedikit, ke Penjaringan. Ada rumah berukuran 3x 4 meter dihuni 6 orang.Bayangkan bagaiman mereka menjalani hidupnya, ada anak orangtua remaja jadi satu. Kalau anda melihat langsung dan tidak menangis, anda kebangetan. Saya memang memprioritaskan pembenahan slump area, karena di situ ada ribuan nyawa manusia yang hidupnya jauh dari layak sebagai manusia” Getaran suaranya membuat semua terdiam dan hening beberapa saat. Jokowi  nyaris menangis, dia manusia biasa.

Jokowi tidak hebat.
Saya punya kesempatan  bertemu langsung dengan Jokowi 3 kali, dalam 2 pertemuan tidak ada wartawan dan itu sebuah acara biasa saja. Jokowi datang tepat waktu seperti yang disampaikan. Acara itu hanya acara komunitas, kecil dan gak ada wartawan atau media yang meliput. Jokowi tiba sesuai seperti yang dijanjikan,  tidak terlambat. Begitu datang, Jokowi duduk lesehan di sebelah saya, ketika diminta ke depan, dia bilang, “Sudah-sudah saya di sini saja. Itu dengarkan tuan rumah mau  bicara di depan.” Dan kemudian Jokowi ikut duduk bersama kami semua di bawah lesehan mendengarkan yang sedang bicara di depan. Usai bicara Jokowi tidak langsung pergi, tapi ikut duduk mengikuti acara hingga selesai. Memang sudah seharusnya kita  datang tepat waktu, menghormati tuan rumah, tidak bicara sendiri ketika ada yang bicara di depan, bukan?

Jokowi tidak hebat.
“Pak, saya mau foto bareng, boleh?” begitu permintaan saya usai acara. Jokowi langsung jawab dengan ramah, “Ayo silakan-silakan, mbak siapa namanya?”. Jokowi menyalami saya sambil menatap langsung ke mata saya. Saya pernah bekerja dengan orang penting di negeri ini, bertemu dengan pejabat, tokoh masyarakat juga artis dan seringkali pengin foto bareng. Hampir jarang kalau tidak bisa dikatakan tidak pernah, saya ditanya namanya sebelum foto bareng. Hal kecil, tetapi saya bangga luar biasa ditanya namanya sama Jokowi. Selesai acara tercenung, bukankah kalau kita bersapaan apalagi foto bareng lazimnya menanyakan nama bukan? Apa hebatnya ditanya nama? Tapi ini Gubernur DKI yang bertanya.

Jokowi tidak hebat.
Kita sudah terlalu lama melihat bagaimana pejabat ( penguasa) sebagai sebuah simbol dan seremonial belaka. Mereka adalah orang-orang istimewa yang harus dihormati, dilayani dinomorsatukan. Datang paling belakang, atau datang hanya saat waktunya bicara dan langsung pergi tanpa mendengarkan pembicara lainnya. Kita terbiasa dengan pejabat (penguasa) yang kita tidak tahu pekerjaannya apa, kita terima saja dengan apatis sambil bilang, “Ya pejabat emang kayak gitu.” Sebuah permakluman yang menahun sehingga dianggap wajar atau seharusnya memang begitu.
Kita sudah terlalu lama tidak melihat pejabat (penguasa) bekerja nyata serta bisa kita rasakan. Mereka hanya melihat dari laporan para bawahannya tidak terjun langsung ke lapangan. Kita hampir jarang melihat ada gubernur malam-malam menunggu pekerjaan pengerukan sungai kala hujan deras demi memastikan pekerjaan dilaksanakan dengan baik sehingga mengurangi dampak banjir. Kita hampir jarang melihat, pejabat (penguasa) datang ke daerah kumuh melihat langsung rumah tinggal warganya dan menanyakan apa yang mereka butuhkan sambil menawarkan tempat yang lebih layak. Kalian harus menyaksikan proses pemindahan warga waduk Rairio dan bagaimana Jokowi memperlakukan warga miskin itu.

Pencitraan?
2 dari 3 acara Jokowi yang saya datangi tidak ada media sama sekali, sedangkan yang satu penuh dengan wartawan. Apa yang disampaikan, gaya, dan perilakunya sama persis. Tidak ada bedanya. Saya pernah bertanya sama salah satu petinggi media, kenapa berita Jokowi begitu banyak apakah memang Jokowi meminta diliput terus menerus? Pertanyaan itu saya lontarkan jauh sebelum Jokowi dicalonkan jadi RI-1.
Ini jawaban petinggi media itu, “Kalau kalian punya berita yang bisa mengalahkan news value nya Jokowi, boleh saya kirim wartawan ke sana saat ini juga. Apapun tentang Jokowi selalu menarik pembaca, belum pernah ada pejabat demikian tinggi news value nya. Media kan juga mengejar news value di samping berita-berita yang memang layak kita sajikan untuk pembaca. Gila itu orang kerjanya. Wartawan saya saja sampai kewalahan dan kami berlakukan sistem shift untuk memantau Jokowi. Itu pun gak semua keliput. Apa Jokowi kuat bayar media saya?”
Saya beruntung 3 kali bertemu langsung dengan Jokowi, mendengarkan pemaparan tentang tugas dan tanggung jawabnya, program apa yang sedang dikerjakan, bagaimana mengerjakan serta biayanya dari mana dengan runut, jelas dan mudah dipahami. Saya melihat kesederhanaannya dan ketulusannya bekerja. Saya tahu dia bukan manusia sempurna, atau pemimpin hebat yang akan menyelesaikan semua masalah. Apalagi masalah Indonesia yang sedemikian rumit dan kompleks.
Saya tidak menaruh harapan tinggi terhadap Jokowi. Hampir 10 tahun saya bekerja dengan orang nomer satu di negeri ini, bisa melihat betapa kusut dan karut marutnya negeri ini, hampir semua sektor punya masalah yang tidak sedikit. Belum perilaku para pejabat yang membuat negeri ini makin suram kelihatannya. Saya sudah mulai apatis akan ada perubahan di negeri ini, hingga kemudian datang pejabat bernama Jokowi.
Jalan pikiran saya sederhana saja, saya mau pemimpin yang bekerja, dan melayani kebutuhan rakyatnya. Melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dan tidak berlaku sebagai penguasa. Dan saya melihat itu pada Jokowi, sosok manusia biasa, yang tidak bisa menahan tangis – layaknya manusia- ketika melihat kemiskinan di depan mata.

Ya, saya butuh pemimpin yang memanusiakan manusia. 

Source: Ainun Chomsun

Salam SmartLife
Joko Ristono