Jumat, 21 Februari 2014

Rabu, 19 Februari 2014

Rabu, 12 Februari 2014

Senin, 24 Februari 2014

WhatsApp Story - Jan Koun yang Luar Biasa

http://setia1heri.files.wordpress.com/2014/02/wpid-screenshot_2014-02-21-10-32-26-1.png?w=595 Beberapa hari lalu, dalam dunia bisnis, sekali lagi ada cerita mengejutkan dan membuat kita berkata "wwooowww", dimana facebook membeli whatsApp senilai Rp. 209 Triliun (wuiiih angka yang luar biasa besar). Dibalik kedasyatan nilai bisnis whatApps tersebut, berikut kisas ispiratif dari sang Founder whatApps:

  1. Digitalnomics - the power of digital network economy. Perusahaan dengan karyawan hanya 55 orang dibeli rp 209 triliun. (woww, untuk kesekian kali bisnis digital mengejutkan kita dengan nilai jual yang fantastis)
  2. Jan Koun, pendiri WhatsApp, lahir dan besar di Ukraina dari keluarga yg relatif miskin. (banyak kisah inspiratif, yaitu suksesnya si miskin menjadi orang sukses di kemudian harinya. contoh terkini adalah orang nomor 1 di DKI "jokowi". lahir dan besar dalam kondisi miskin papa, dan lihat sekarang)
  3. Saat usia 16 tahun ia nekat pindah ke amerika, demi mengejar apa yang kita kenal sbg "American Dream". (hal inilah yang membedakan antara orang sukses dan pecundang! tidak semua orang memiliki keberanian, kebanyakan adalah coba-coba, ragu-ragu. Cerita klasih tentang sang komanda perang yang membakar seluruh perahu semua pasukannya, bahwa tidak ada pilihan untuk lari dari peperangan. keberanian itu membuat fokus dan tidak ada pilihan kecuali berjuang)
  4. Di usia 17 tahun, ia hanya bisa makan dari jatah pemerintah. Ia nyaris menjadi gelandangan. Tidur beratap langit, beralaskan tanah. (apakah keterbatasan akan membuat kita menyerah? atau bahkan termotivasi! ingat pepatah, bahwa pahlawan besar hanya akan lahir dari peperangan besar, pelaut yang tangguh lahir dari samudra dengan gelombang besar bukan dari laut yang tenang)
  5. Jan Koun, co founder whatsApp pindah dari Ukraina ke USA di usia 16 tahun bersama ibunya. (hijrah... menuju lebih baik.. hijrah untuk berubah)
  6. Untuk bertahan hidup, jan koun remaja bekerja sebagai tukang bersih supermarket. Hidup begtu pahit, begitu Koun membatin. (semua profesi adalah terhormat, yang harus dilakukan adalah melakukan dengan sepenuh hati. Apa yang membuat CT jadi konglomerat saat ini? dia tidak malu sekolah sambil jadi tukang fotokopi di kampusnya...)
  7. Hidup mereka kian terjal saat ibunya di diagnosa kanker. Mereka lalu hidup hanya dengan tunjangan kesehatan seadanya. (cobaan akan membuat seseorang menjadi lebih kuat, cobaan yang diberikan ada dalam batas kemampuan seorang manusia)
  8. Koun lalu kuliah di san jose university. Tapi ia milih drop out. Ia lebih suka belajar programming secara otodidak. (kuliah bukan segalanya untuk sukses di kemudian hari.. tapi passion lah yang akan membawa pada kesuksesan)
  9. Pendiri microsoft, apple, facebook, whatsApp semua bilioner. Mereka juga semua DO saat kuliah. Jadi? (yaaa... kuliah bukan segalanya...)
  10. Karena keahliannya sebagai programer, jan koun, co founder whatsApp diterima bekerja sebagai engineer di Yahoo. (kesempatan tidak lewat begitu saja, bahkan kesempatan harus dicari, dan hanya orang yang siaplah yang bisa menjawab kesemptan... )
  11. Ia bekerja di yahoo selama 10 tahun. Di sini pula ia berteman akrab dengan brian acton. Mereka berdua bikin WA thn 2009 setelah resign dari Yahoo. (networking.. penting)
  12. Setelah resign dari Yahoo, mereka berdua sempat melamar ke Google. Ditolak. Google mungkn menyesal seumur hidup menolak lamaran mereka. (gak perlu ada penyesalan laah... kan pada saat interview memang belum sesuai harapan google..)
  13. Setelah whatsApp resmi dibeli dg harga 209 triliun tadi pagi, Jan Koun melakukan ritual yang mengharukan...  (mengingat kondisi masa lalu menjadi kita semakin bersyukur dan bekerja lebih baik)
  14. Ia datang ke tempat dimana ia dulu setiap pagi antri untk dapat jatah makan. Saat ia masih remaja miskin berusia 17 tahun.... 
  15. Ia menyandarkan kepalanya ke dinding tempat ia dulu antri. Mengenang saat bahkan untuk makan ia tidak punya uang....  
  16. Pelan2 matanya meleleh. Ia tak pernah menyangka perusahaannya dibeli dengan harga Rp 209 triliun.  
  17. Ia lalu terkenang ibunya yg sudh meninggal (karena kanker). Ibunya yg rela menjahit baju buat dia demi menghemat. Tak ada uang, nak.... 
  18. Jan Koun tercenung. Ia menyesal tak pernah bisa mengabarkan berita ini kepada ibunya.  
  19. "Di tempat antri dapat jatah makan ini, nasib hidup saya pernah dipertaruhkan...", begitu mungkin Jan Koun berbisik dalam hati.  
  20. Rezeki mungkin datang dari arah yg tak terduga. Remaja miskin yang dulu dapat jatah makan itu kini jadi bilioner. (Percaya pada-Nya, yang maha mengatur segala mahkluknya)
Semoga cerita dari milis sebelah ini bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja, bahwa keberanian, kesungguhan, kecerdasan, berani ambil resiko, konsistensi bisa mengejawantahkan salah satu kata-kata motivasi yang sering kita dengan "ANDA TIDAK SALAH KALAU TERLAHIR DALAM KONDISI MISKIN, NAMUN BILA ANDA MENINGGAL DALAM KONDISI MISKIN, ITU MURNI KESALAHAN ANDA"
Salam SmartLife 
Joko Ristono

Jumat, 21 Februari 2014

CRM-KENAPA PENTING?

Part 1 of 12 
Mari kita awali dengan beberapa pertanyaan standart, yang saya yakin Anda para pembaca bisa memjawab dengan fasih pertanyaan berikut:
  1. Apa yang anda ketahui tentang CRM ?
  2. Ada 3 fungsi pemasaran, Bisa Anda sebutkan?
  3. Apa alasan Anda membeli produk, dan membeli produk yang sama di waktu selanjutnya?
Mungkin ini bukan artikel baru, dan bagi yang sudah expert CRM, ini adalah tulisan basi, tapi gak ada salahnya lah, siapa tahu bermanfaat sebagai referensi 

Rabu, 19 Februari 2014

ANAK AYAM KEHILANGAN INDUK-NYA

kika: Jimmy-Wahju-Joko-Donal(foto ini diambil tepat pukul 8:9:10 tgl 11-12-13 di dalam mobil perjalanan dari Purwakarta - ke Jakarta)
Banyak hal yang membuat manusia menjadi kompak dan solid, membuat mereka jadi saling bantu bahu membahu, saling support, saling memperhatikan dan hal-hal kebersamaan lainnya.

Kondisi senasip sepenanggungan akan membuat manusia untuk bersatu dan mencari jalan keluar bersama-sama.

Hallah mau ngomong apa siih ini???

Oke-oke.. Intinya sih sebenarnya saya mau share kebersamaan kami (joko, wahju, donal, jimmy) + Diah dan Dwi yang terjadi hari kemarin (18 Februari 2014). Kita beri judul kebersamaan kemarin itu sebagai "Four Musketeers Mencari Kasih Sayang", hahahaha. Iya Four karena Dwi dan Diah nggak ikut!

Kejadian kemarin tentu tidak semata-mata terjadi begitu saja, pasti ada api kalau ada asap, tentu ada sebab musabab kenapa tiba-tiba kami memutuskan untuk pergi bersama-sama melakukan trip ke Bogor!

Sebulan terakhir, kami berempat dilanda rasa Galau. yaa galau seperti anak-anak ALAY gitu, motivasi naik turun, walaupun lebih banyak turun! ditengarai perubahan kebijakan di kantorlah yang membuat kami galau (kalau saya siiih sebenrnya ikut-ikutan saja galaunya). Bukannya kami nggak percaya Tuhan, karena kami yakin semua ini adalah rencana-Nya yang pasti indah buat kami. Tapi semenjak keberadaan bagian kami "kerjaan kami" menjadi isue untuk dilanjutkan atau ditiadakan. Ditambah lagi... orang yang selama ini mem-backup kami, yang menciptakan keberadaan pekerjaan kami, sudah lebih dulu meninggalkan kami. Laaah trus kalau beliau pergi gimana nasib kami, siapa yang memperjuangkan keberadaan pekerjaan kami... "kalau pergi ajak-ajak dong" gumam saya dalam hati. Itulah sebabnya judul artikel ini saya tulis "ANAK AYAM KEHILANGAN INDUK-NYA". Yaa seperti itulah yang kami rasakan, seperti ayam kehilangan induk... (hahahaah lebay)

Oke, intinya kondisi itulah yang membuat kami (plus dwi dan diah), sering menghabiskan waktu bersama, ya katanya bersama kita bisa, atau bersama kita menjadi kuat, hallah....

Naaah berikut liputan kebersamaan kami 18 Februari 2012:
Makan Siang - Kantin  LIPI
Diawali dengan makan siang bersama di kantin LIPI. makan siang kali ini terasa nikmat, karena memang lapar... Diah bawa bekel tapi tetep beli makan juga (tapi kok gak gemuk-gemuk yaa), joko & donal makan ikan goreng, jimmy makan soto, wahju makan soap ikan dan dwi lele (2 porsi euy)

Makan kenyang, curhat-curhatan puas.... 

Selanjutnya siang hari 14:00 setelah selesai meeting dan mengurus semua pekerjaan, kami melanjutkan meeting di depok dan bogor (tapi rencana sebenarnya adalah langsung ke bogor. 

Kenapa ke bogor? yaa karena ada orang bogor (joko) dan di bogor banyak kuliner yang harus dikunjungi.

Tepat pukul 14:00 wib kami menuju stasiun sudirman untuk melakukan perjalanan ke stasiun cilebut (rumah joko), ambil mobil dan lanjut ke bogor.

Biar gak banyak tulisan... saya lanjutkan dengan foto-foto saja yaa!
Turunan menuju stasiun Sudirman. hati-hati banyak copet
Mas Wahju duduk manis, tapi matanya jelalatan kesana kemari. Waaah siapa tuh cewek yang duduk di seberang? samperin nggak yaa? (malu ah sama donal dan jimmy)
Gelantungan di kereta, duuuh enak juga yaa naik kereta, murah meriah! jug ijak ijuk ijak ijuk, kereta berangkat...
Menunggu kereta datang!... om om duduk aja om, tar capek looo
Setelah menempuh perjalanan selama 45menit, sampailah kami di rumah Mas Joko - Cilebut Bumi Pertiwi! (ada yang janggal nggak dengan foto ini??? ayo yang tahu kejanggalannya, reply artikel ini yaa... dapat hadiah Power Bank 5800mA)
SEKALI NARSIS TETAP NARSIS... dimanapun, kapanpun!
Rehat sejenak. Setelah usai menjalankan ibadah sholat ashar, dan sebelum melanjutkan perjalanan ke bogor, kami menikmati TEH POCHI asli bikinan Bu Joko. srruppppppppt aaaaaahhhh.... enak tenan! (enak laaah gratis, hahahaha)
Kuliner Pertama yang kami kunjungi adalah SOP DUREN LODAYA. Wuuuihhh enak juga tempatnya. sudah ada beberapa cabang, dan kita mengunjungi Cabang Lodaya Sukasari depan PDAM Bogor. Nuansa Hijau menambah seger suasana. Kami berempat memesan 4 jenis SOP DUREN yang berbeda. ditambah dengan Batagor dan Kentang Goreng.
Menikmati SOP Duren dan tetap Narsis!
Puas menikmati SOp Duren, kami melanjutkan perjalan ke Kuliner ke-2. Dengan perut sudah lumayan penuh, tapi the show must go on... kami meluncur ke Pasar Apung Ah Poong Sentul City. Suasana sangat romantis, hujan rintik-rintik, senja.. ooh indah sekali. SAYANG KAMI BEREMPAT COWOK SEMUA.. hahahaha. Foto di salah satu jembatan. oh indahnya
Bos Wahju di kawal oleh 2 orang body guard-nya. Sangar sih.. tapi masak bos takut hujan, mesti dipayungin gitu. SENYUM MEREKAH.. lupalah segala rasa GUNDAH (galau alay)
Sepayung ber-dua
Pesan Teh Tarik dan menunggu adzan magrib.
Usai sholat magrib, menikmati Teh Tarik Panas, dan tetap dengan formasi 4 cowok. Suasana romantis yang janggal. gak ada yang pesan makanan, hanya minuman saja, karena memang menu utama adalah sop ayam pak min. Masukan untuk pengelola Ah-Poong... tolong tempat sholatnya dibuat yang lebih gedhe dong, masak tempat seluas itu tempat sholat cuma menampung 4 orang.
Pose sebelum meninggalkan Ah Pong. Sudah gak pakai patung lagi, tukng payungnya sudah pulang.
Maksudnya mau tunjukin bahwa kita bener-bener di Ah Poong. sayangnya BLUR yaa.
Wisata KULINER terakhir kami adalah SOP AYAM PAK MIN. Lokasi ini menjadi tujuan utama kami, karena bagi Wahju dan Jimmy selama ini hanya bisa membayangkan saja kelezatan Sop Ayam pak Min dari cerita Joko dan Donal. Akhirnya malam ini kesampaikan. Sayangnya sudah 20:30 wib, sehingga banyak menu yang kosong dan kuah di malam hari serasa lebih asin yaa... tapi kelihatan pada lahap juga kok.

Usai menutup kuliner di SOP Ayam Pak Min, 21:00wib kami mengakiri kegiatan kuliner hari ini. Bang Donal meluncur ke BSD melalui Jalur Parung, Mas Wahju dan Uda Jimmy balik ke Jakarta menggunakan KRL dari stasiun Cilebut dan Saya langsung istirahat usai mengantar mereka ke stasiun.

Terimakasih kebersamaan-nya ya Bro!

Looh trus katanya foru musketeer mencari kasih sayang mana? kok gak diceritain? yaa itu tadi, sambil makan dan menikmati malam, kami membuktikan bahwa kami masih saling menyayangi, meskipun Induk kami entah kemana??

Salam SmartLife
Joko Ristono

Rabu, 12 Februari 2014

Bila Cinta Karena ALLAH


Copy Paste dari BBM:

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Bila digantungkan cinta pada paras, maka waktu akan memutuskan cinta, seiring bertambah usia.

Bila disandarkan cinta pada harta, maka mekanisme pasar akan menentukan pasang-surutnya cinta.

Bila dimulai cinta dari kagum, maka seiring kedekatan, cinta akan hilang karena telah terbiasa.

Bila cinta diretas dengan kasihan, walaupun rasa kasihan ini penting, namun cinta takkan bertahan dalam senang, lekang karena bahagia.

Cinta punya banyak pintu, yang terbaik memang klise. Mencintai karena Allah, mencintainya karena Allah mencintainya.

Dengan jaminan "cinta karena Allah", setiap helaan nafas kehidupan pastilah sama, mengalir syahdu dalam kanal cinta yang dibatasi Allah.

Dengan jaminan "cinta karena Allah", cinta akan bertahan selama Allah ada, karena Dia yang menjaminnya, memeliharanya dan menyuburkannya.

Hanya "cinta karena Allah" yang mampu membuat suami segarang apapun tunduk patuh, hanya karena ucapan istri "Rasulullah begini dan begitu".

Hanya "cinta karena Allah" yang dapat membuat keluh kesah istri berubah jadi senyum saat dikatakan "Rasulullah memerintah istri begini".

Ya Allah aku mencintai mereka karena-Mu, karenanya aku tinggalkan mereka dalam peraduan dibawah pengawasan-Mu dan rahmat-Mu.

Ya Allah aku mencintai mereka karena-Mu, karena itu aku berusaha membuktikan tiada yang lebih penting daripada urusan-Mu.

Salam SmartLife
Joko Ristono

Minggu, 09 Februari 2014

LOYALTY PROGRAM DI INDUSTRI TELEKOMUNIKASI

Kondisi hyper competition dalam dunia pemasaran saat ini memaksa para pemasar benar-benar harus kreatif. Tugas Pertama pemasar adalah memikirkan cara bagaimana menciptakan produk sesuai kebutuhan pasar, atau menciptakan demand sesuai dengan produk. Tidak hanya berhenti disitu, karena faktanya kompetitor melakukan hal yang sama. hampir niscaya ada produk yang benar-benar melenggang sendiri di pasaran, karena begitu ada produk baru di pasar dan mendapat respon baik, maka tidak lama lagi akan diikuti produk serupa dengan berbagai perbaikan di sana-sini yang akan menjadi tandingan.

Ada hal klasik namun ini merupakan dasar dari pentingnya menjaga pelanggan yang sudah ada. Faktanya banyak perusahaan yang mati-matian merayu calon pelanggan, membuat promosi dengan budget besar, dengan pameran dan lain sebagainya. setelah semua jurus dilakukan akhirnya orangpun mau membeli produk yang dimaksud. Bahwa bahwa biaya untuk mendapatkan pelanggan baru 10 kali lebih besar dengan biaya mempertahankan pelanggan yang ada, biaya untuk meraih kembali pelanggan yang lari ke kompetitor jauh lebih besar bisa sampai 20 kali.

Dalam pemasaran, pilihannya ada 3, pertama akuisisi pelanggan baru, kedua mempertahankan pelanggan eksisting dan ketiga adalah cross selling. Penjualan cara kedua dan ketiga pastinya lebih efisien secara biaya, tanpa meninggalkan kegiatan pertama yaitu terus mengakuisi pelanggan baru, apalagi bila penetrasi pasar masih kecil.

10 tahun perkembangan management pelanggan melalui Customer Relationship Management (CRM) berkembang pesat di Indonesia, hal ini cukup menjadi bukti bahwa mejaga pelanggan yang ada menjadi pilihan yang bijak. Pertama karena kita menghargai dan memanusiakan pelanggan dengan after sales service dan yang kedua kita bijak karena biaya yang dikeluarkan lebih efisien.

Jaman dulu ada layar tancap, hiburan yang banyak digemari oleh masyarakat pada masanya, dimana kegiatan itu mampu mengumpulkan banyak orang. Nah ada kerumunan itulah si penjual Jamu mulai jualan produknya, layar tancap sebagai biaya promosinya. Si penjual jamu sebagai penjual sekaligus sebagai sponsor tunggal dan menguasai pasar yang sedang mereka kumpulkan. Akuisisi yang efektif. Jaman sekarang kerumunan masa seperti panggung dangdut, senam bersama, jalan sehat dan acara-acara masal lainnya sering digunakan pemasar untuk mengakuisisi pelanggan baru, dan juga digunakan untuk menjaga pelanggan yang ada sekaligus mengenalkan produk baru.

Anda pasti pernah dengar statemen berikut: kalau Anda punya bisnis rumah makan dan selama 2 bulan pengunjungnya adalah pengunjung baru terus, maka siap-siaplah Anda gulung tikar. Ya demikianlah faktanya, bahwa bisnis yang sustain memerlukan pelanggan yang loyal, karena pelanggan loyal memberikan banyak keuntungan, selain biaya lebih murah, mereka juga akan menjadi duta gratis untuk mempromosikan produk kita, selanjutnya mereka lebih mudah ditangani, tidak banyak komplain dan juga pemaaf. Sebaliknya pelanggan yang hanya bertahan sekali beli pertama saja dengan kita, alias kapok, dia akan menjadi penyebar berita buruk atau teroris buat produk kita. Jadi pilihan bijaknya adalah MENJAGA PELANGGAN jauh lebih baik dan bijak dibandingkan AKUISISI PELANGGAN BARU.

Kali ini saya akan fokus untuk berbicara mengenai customer retensi, yaitu kegiatan marketing yang difokuskan untuk menjaga pelanggan yang ada dengan hasil akhir mereka tetap loyal kepada produk / brand, khususnya menjaga pelanggan di bisnis telekomunikasi.

3 pemain besar di industri telekomunikasi di indonesia, adalah Telkom (sel), XL dan Indosat dengan puluhan brand yang diusung. Pertarungan mereka dalam 2 tahun terakhir adalah pada broadband dan konten, sedangkan untuk voice relatif sudah tidak dipertatungkan lagi. Paket data untuk internet, paket BB, paket chatting dan banyak paket yang berbasis data lainnya. Khusus dalam industri internet, speedy merupakan satu penyedia jasa jaringan internet yang berbasis kabel dengan mengusung label "true broadband - internet stabil dan handal", karena secara produk memang memiliki keunggulan yaitu internet dengan kabel untuk menjain kualitas.

Pemasaran paket data kebanyakan berbasih volume atau kuota, dimana setelah jatah kuota habis pelanggan harus beli lagi atau memperpanjang lagi. Paket 1gb, 2gb dan ada juga operator selular yang menjual paket 12gb. Banyaknya pilihan paket membuat pelanggan dimanjakan untuk memilih layanan data sesuka hati, bisa pilih yang murah, ditambahkan yang jaringannya luas, sesuai kebutuhan. Ada juga yang menjual paket koneksi internet berbasis kecepatan, seperti speedy. paket 512kbps, 1mbps, 2mbps sampai dengan 100mbps.

Nah tantangan selanjutnya adalah menjaga pelanggan agar churn rate rendah. Di industri selular, khususnya produk data, sangat rentan dengan churn, pelanggan beralih ke layanan lain yang sedang ada promo, lebih murah, lebih cepat. diperlukan kreatifitas dan kecepatan bertindak bagi pemasar untuk menjaga para pelanggannya.

Berikut beberapa contoh program retensi "loyalty program" yang bisa dijalankan di bisnis telekomunikasi.

Membership
Siapa yang mengenal pelanggan dengan baik, maka dia tidak perlu takut dengan persaingandan pada akhirnya dialah pemenangnya. Saat ini begitu banyak perusahaan menjalankan program membership sebagai bagian dari program loyalty mereka. Di balik program membership, perusahaan melakukan upaya untuk melakukan update data pelanggan sehingga pada akhirnya memberikan layanan lebih customized sesuai dengan profil mereka. Dalam program membership tahap pertama yang dilakukan adalah registrasi, kegiatan ini merupakan tahap dimana perusahaan menapatkan data penting pelanggan. Lihat bagaimana pihak bank mendapatakan data yang sangat detail tentang calon nasabahnya, bahkan data penghasilan, data ibu kandung dan data-data privacy lainnya. dan dengan senang hati kita memberikan data tersebut. Pada akhirnya betapa Bank sangat mengenal kita. Di mal-mal, khususnya di supermarket begitu marak para SPG produk tertentu menghampiri pelanggan, memberikan sample produk dan menanyakan nama dan nomer telepon, ya tentu ini dalam rangka mendapatkan data calon pelanggan.
Dengan membership program, biasanya perusahaan memberikan berbagai benefit yang tidak di dapat pelanggan non membership, mulai dari diskon 2.5% - 10%, program point, diskon di berbagai merchant, bebas antrian, bebas biaya kirim dan berbagai privilege lainnya.
Contoh Telkom Membership Card, diterbitkan bagi pelanggan aktif produk Telkom (telepon rumah atau speedy), diterbitkan secara gratis. Pelanggan hanya disyaratkan untuk melakukan registrasi dengan mengisi form secara online melalui telepon ke 147 atau melalui portal www.telkomcard.com. Data yang diinput saat registrasi adalah: nomor telepon (rumah), nama, alamat, nomer handpone, alamat email, pekerjaan. dan selanjutnya kartu mmbership akan dikirim langsung ke alamat yang pelanggan tuliskan pada Form registrasi. Dengan memiliki Telkom Card pelanggan bisa menikmati berbagai manfaat seperti: Free Asuransi kecelakaan diri senilai Rp 25juta, Free Akses internet dengan SSID wifi.id, diskon di berbagai merchant seperti bengkel, hotel restaurant, salon kecantikan, tempat kursus, dll. Selain itu pelanggan juga mendapatkan benefit dari program poin dan free majalah life style "intimate e-newsletter" bulanan.

Poin Reward
Rasanya sudah menjadi hal yang generik bagi suatu perusahaan untuk memberikan program poin ini. Dalam ilmu CRM, program poin merupakan kegiatan untuk menjaga loyalitas pelanggan pada tingkatan paling lemah, yaitu memaksa pelanggan loyal, sebab kalau tidak loyal poin akan hangus. hal ini disebut financial bond, yaitu mengikat pelanggan dengan iming-imng yang bersifat materi. termasuk dalam hal ini adalah voucher, diskon, harga khusus, beli 1 dapat 1. 
Program poin ini memang menjadi salah satu cara pelanggan untuk tetap menjadi pelanggan, apalagi bila hadiah yang ditawarkan menarik. Telkomsel poin memberikan berbagia hadiah menarik khususnya poin yang diundi dengan hadiah utama mobil, selian itu poin bisa digunakan untuk ditukar dengan tiket pesawat dan lainnya. Poin biasanya dibuat hangus setelah 1 tahun, hal ini dimaksudkan agar pelanggan yang poinnya masih kurang segera melakukan transaksi untuk menambah poin agar bisa ditukar.

Diskon Merchant
Hal generik kedua dalam program loyalty adalah diskon merchant. Hampir semua perusahaan yang menjalankan program kesetiaan pelanggan memberikan benefit diskon merchant ini. Program poin dan diskon merchant menjadi generik, artinya program ini menjadi program wajib yang efektifitas untuk retensi pelanggan perlu dipertanyakan. Bla tidak menjalankan maka kita ketinggalan dari kompetitor dan pelanggan meninggalkan kita, namun bila dijalankan hal ini tidak berpengarh banyak pada loyalitas pelanggan. Diskon merchant faktanya hanya dimanfaati tidak lebih dari 5% card holder / members. Contoh benefit free lounge bandara untuk nasabah platinum CC, tidak lebih dari 5% yang memanfaatkan benefit ini. Banyak faktor tentunya, karena memang merchant tidak umum dan belum tentu dibutuhkan oleh nasabah, atau kalau diskon rumah makan, berapa kali orang makan di luar rumah dan berapa banyak pilihan rumah makan di luar? sehingga bila diskon di rumah makan tertentu secara statistik akan kemungkinannya kecil untuk dikunjungi.
Namun dari sisi card holder, diskon merchan ini, semakin banyak semakin membuat pemegang kartu semakin tenang dan bangga, meskipun benefit ini jarang atau nyaris tidak digunakan, secara psikologis akan memberikan makna bagi card holder.

Web
Komunikasi 2 arah menjadi mutlak bagi pemasar untuk memberikan keleluasaan pada pelanggan untuk mencari informasi, menyampaikan keluhan, membandingkan produk dengan produk yang lain, update perusahaan dan lainnya. Menjaga loyalitas pelanggan dengan web bisa dilakukan dengan social media, dengan undian, lomba foto melalui web, dan lainnya.
Semakin mudah kita diakses oleh pelanggan, semakin lengkap update informasi produk kita di web, semakin interaktif web kita, bisa dipastikan hal ini akan menjadi pengikat pelanggan untuk tetap setia pada produk.

Iklan
Paparan informasi yang terus menerus melalui iklan, bagi pelanggan yang sudah menggunakan produk akan menimbulkan rasa bangga karena dia sudah menggunakan produk yang diiklankan sekian lama. Pelanggan akan meng-iyakan informasi yang ada pada iklan tersebut, oooh bener tuh yang dikatakan iklan, bener looh murah, bener looh gampang digunakan, bener looh sinyalnya gak putus-putus dan lain sebagainya. Jadi peran dari iklan ini adalah re-doktrin bagi pelanggan, dengan begitu maka pelanggan akan semakin loyal. Dan iklan akan menjadi efektif untuk menyampaikan fitur baru bagi pelanggan eksisting, benefit yang sudah dinikmati ditambah dengan benefit tambahan dari produk yang diiklankan

More for Less
Dalam industri telekomunikasi, istilah ini dipopulerkan oleh dirut Telkom Indonesia, Arief Yahya, yaitu suatu konsep dimana pelangga mendapatkan lebih dengan hanya menambah sedikit effort. Kalau banyak manfaat dengan harga mahal, semua orang bisa melakukan, tapi bagaimana memberikan lebih tanpa membebani pelanggan, itu baru luar biasa.
Di industri telco di negara barat, hal ini sudah lazim, dimana pelanggan dibebani biaya yang tetap tapi benefit bertambah setiap tahunnya. Misal pelanggan koneksi internet dengan kecepatan 1Mbps dengan harga 200rb/bulan. Program more for less dijalankan dengan cara pelanggan tetap membayar dengan harga 200rb/bulan tapi mendapatkan internet dengan kecepatan 3Mbps + bonus konten lainya misal gratis antivirus, gratis download manager. Ini konsep dimana benefit ditambah namun biaya tetap.

Komunitas
Indonesia adalah negara dengan budaya ngumpul-ngumpul yang hebat, dimana bersosialisasi merupakan kegiatan yang jamak dilakukan di Indonesia sebagai negara timur. Hal inilah yang membuat komunitas di Indonesia tumbuh sangat subur, baik digerakkan oleh pemasar ataupun mereka yang tanpa dikomando membuat suatu komunitas sebagai suatu kebutuhan. Di Indonesia ada ribuat komunitas dengan menggunakan brand produk sebagai nama komunitasnya, lihat ada Honda Tiger Commnity, Komunitas Vario, Komunitas  Vespa, dan yang paling legendaris adalah HOG: harley davidson owner group, Karimun club, peugeot 505 club dan lainnya. Dan semua komunitas di atas relatif tanpa campur tangan dari pemilik brand. Mereka membentuk komunitas atas rasa kebersamaan, agar bisa saling ngumpul, sebagai wadah sesama pengguna merek, hanya karena ngumpul merupakan budaya di indonesia. Bahkan ada komunitas pengguna jasa angkutan kereta api, komunitas pecinta bus, dan sebagainya.
Di Industri telekomunikasi, banyak brand yang dengan sengaja berusaha membentuk komunitas ini. Komunitas sangat efektif untuk menjaga loyallitas pelanggan akan merek tertentu.
Apa yang sebenarnya tejadi dalam komunitas? mereka sharing pengalaman dalam menggunakan merek, saling menyampaikan kelebihan dari merek yang digunakan. Bagi anggota komunitas yang masih baru, bahkan masih ragu-ragu dengan brand, dengan cepat dia akan menjadi percaya dan loyal karena ada ratusan bahkan ribuan orang yang dia kenal yang menggunakan merek tersebut. Ingat "yang dia kenal". Lihat statistik menunjukkan bahwa teman merupkn influencer nomer 1 dalam memutuskan pembelian suatu produk, kalau teman saya saja pakai, masak saya gak percaya siiih.. nah itu yang terjadi pada komunitas. Pemasar yang cerdik akan mengoptimalkan komunitas ini sebagai amunisi dalam membangun loyalitas pelanggan.

Gathering

Seperti komunitas, kegiatan gathering ini akan menimbulkan rasa kebersamaan, kebanggaan dan pada akhirnya akan mempertahankan loyalitas pelanggan.

Dan masih banyak contoh program lainnya yang bisa anda jalankan. Prinsipnya dalam mempertahankan pelanggan ada beberapa tingkatan program dan tingkat loyalitas yang berbeda, dan saya akan share 2 yang paling mudah dan paling banyak dilakukan
  1. Finacial Bond. Program-progrm loyalitas yang didasari dengan nilai uang, misal program poin, diskon, voucher, beli 2 gratis 1, harga khusus dan seterusnya. Tingkat loyalitas dari program ini rendah, karena begitu kompetitor memberikan diskon lebih besar poin lebih menarik, voucher lebih banyak maka pelanggan dengan mudah akan pergi. dan yang jelas, program ini akan menggerus keuntungan Anda
  2. Emotional Bond. Program yang bersifat mengikat pelanggan secara emosi. Contohnya seperti di atas bisa dengan komunitas, gathering, dan hal - hal lain yang sifatnya menciptakan ikatan rasa emosi pelanggan
Demikian, semoga menjadi inspirasi bagi kita semua.

Salam SmartLIfe
Joko Ristono