Jumat, 19 Juli 2013

Selalu Berperan

Keberadaan seorang manusia akan nampak karena peran yang dia lakukan bagi lingkugan sekitar. Dan pada dasaranya, Tuhan menciptakan mahluk hidup karena mereka diadakan untuk memilliki peran bagi yang lain. Lihatlah, seekor cacing diciptakan oleh Tuhan, selain sebagai makluk hidup dia memiliki hak untuk hidup, namun dalam alam semesta dia memiliki peran sebagai hewan yang akan menggemburkan tanah sehingga subur untuk ditanami.

Sekarang coba Anda perhatikan, apakah ada satu hal-pun yang bisa kita dapatkan dan kita nikmati tanpa peran orang lain? nggak ada. Kita nggak bisa nangkap ikan sendiri kan untuk makan siang kita? kita nggak mungkin juga menanam padi sendiri untuk mendapatkan nasi yang bisa kita nikmati. hampir semua yang menempel di tubuh kita, yang kita kenakan atau yang kita makan, atau yang kita gunakan untuk beraktivitas seperti kendaraan, gadget, dan perkakas lainnya, ada dan kita nikmati karena ada orang lain yang berperan. Yaa... setiap orang ataupun makluk Tuhan semua ada peran masing-masing.


Kali ini saya ingin sharing, apakah kita sudah memiliki peran? apakah kita sesuai dengan alasan yang Tuhan berikan kenapa kita diciptakan?

Pelukan itu karena Peranku selama ini
Di Perusahaan saya sebelumnya, dimana saya bekerja di sana selama 12 tahun, mereka punya filosifi yang sangat hebat menurut saya "DEMI KEBAHAGIAAN SEMAKIN BANYAK ORANG - HARUS KERJA KERAS, HARUS JUJUR, HARUS TULUS, HARUS GIGIH" bukan kebalikannya "demi mendapatkan banyak keuntungan HARUS KERJA KERAS, HARUS JUJUR, HARUS TULUS, HARUS GIGIH". Rasanya hal tersebut merupakan kodrat makluk hidup untuk memiliki peran bagi yang lain, niscaya atas peran kita itulah maka semua akan kembali kepada kita dan memenuhi semua kebutuhan kita.

Dalam dunia profesional pekerjaan, tentu Anda memiliki Job deskription, punya KPI, punya Target yang terukur dengan jelas. KPI, Target, Job Desk adalah PERAN YANG HARUS ANDA JALANI dalam perusahaan tempat kita bekerja. Atas peran tersebut Anda dibayar. Semakin besar peran, biasanya semakin besar gajinya, semakin banyak kesempatan berkarir dan semakin banyak kesejahteraan. Masalahnya banyak diantara kita yang tidak mau atau tidak mampu menjalankan peran tersebut dengan baik, job desk tidak dijalankan, KPI dan target tidak tercapai. Parahnya lagi bukan karena tidak mampu, tapi karena tidak mau. Tidak mau adalah attitude, sementara tidak mampu adalah skill dan knowledge. Saya pernah share sebelumnya bahwa attitude akan menentukan 80% kesuksesan sementara kemampuan hanya akan memberikan sumbangan 20%.


Masih dalam lingkungan pekerjaan, sebaiknya kita tidak terpaku pada job desk saja. Dalam buku I can create... yang membahas kreatifitas, disebutkan bahwa mengerjakan job desk 100% adalah level 1 (atau level terendah) dari 7 tingkatan kreatifitas. Artinya  kita ada pada level operasional, hanya mengerjakan pekerjaan yang diberikan, tanpa berpikir bahwa pekerjaan ini bisa dikembangkan, bahwa pekerjaan ini tidak perlu dilakukan, dan sebagainya. Bayangkan kalau Anda hanya berperan mengerjakan pekerjaan sesuai Job Desk... yaa segitulah nilai diri kita.

Sejak berkarir 18 tahun lalu, saya ingin share, bahwa saya memiliki kebiasaan untuk mengerjakan atau lebih tepatnya membantu pekerjaan diluar job desk yang seharusnya, baik diminta ataupun tidak. dan selama 18 tahun, kebiasaan saya tersebut telah beberapa kali menyelamatkan karir saya. Kesempatan akan diberikan pada orang yang punya kemampuan, kemampuan di dapat dari pengalaman, pengalaman di dapat dari mengerjakan, mengerjakan didapat dari kemauan. Terakhir, kontrak saya diperpanjan di pekerjaan sekarang bukan karena pekerjaan dan job desk yang saya emban. Karena secara Job desk saat ini saya tidak lulus dan seharusnya tidak diperpanjang, untungnya 6 bulan sebelumnya saya banyak mengerjakan pekerjaan di luar job desk saya, dan sekali lagi ITU YANG MENYELAMATKAN SAYA... sehingga kontrak diperpanjang.

Dalam hal-hal kecil, misalnya kegiatan event, tengoklah apakan Anda berperan di sana. Dalam kegiatan meeting? apakah Anda Berperan di sana? dalam kemacetan di Jalan, apakah Anda berperan di sana? 

Intinya, dalam setiap kesempatan, dimanapun kita berada... silahkan selalu dilihat, Apakah saya berperan?
peran : Menghibur (sukarela)
Peran ini, selain akan membuat ilmu kita bertambah dan pengalaman, juga akan menanam benih hutang budi atau tabungan energi positif. Pengalaman jelas akan membuat hidup kita akan mudah, sedangkan tabungan energi positif akan membuat hidup kita dipenuhi keberuntungan dan selamat dari kesialan.

Selamat Berperan!

Salam SmartLife
Joko Ristono

1 komentar:

  1. Sepertinya qta dulu pernah bertemu pak, saya dulu di kaijo L & A

    BalasHapus

Jumat, 19 Juli 2013

Selalu Berperan

Keberadaan seorang manusia akan nampak karena peran yang dia lakukan bagi lingkugan sekitar. Dan pada dasaranya, Tuhan menciptakan mahluk hidup karena mereka diadakan untuk memilliki peran bagi yang lain. Lihatlah, seekor cacing diciptakan oleh Tuhan, selain sebagai makluk hidup dia memiliki hak untuk hidup, namun dalam alam semesta dia memiliki peran sebagai hewan yang akan menggemburkan tanah sehingga subur untuk ditanami.

Sekarang coba Anda perhatikan, apakah ada satu hal-pun yang bisa kita dapatkan dan kita nikmati tanpa peran orang lain? nggak ada. Kita nggak bisa nangkap ikan sendiri kan untuk makan siang kita? kita nggak mungkin juga menanam padi sendiri untuk mendapatkan nasi yang bisa kita nikmati. hampir semua yang menempel di tubuh kita, yang kita kenakan atau yang kita makan, atau yang kita gunakan untuk beraktivitas seperti kendaraan, gadget, dan perkakas lainnya, ada dan kita nikmati karena ada orang lain yang berperan. Yaa... setiap orang ataupun makluk Tuhan semua ada peran masing-masing.


Kali ini saya ingin sharing, apakah kita sudah memiliki peran? apakah kita sesuai dengan alasan yang Tuhan berikan kenapa kita diciptakan?

Pelukan itu karena Peranku selama ini
Di Perusahaan saya sebelumnya, dimana saya bekerja di sana selama 12 tahun, mereka punya filosifi yang sangat hebat menurut saya "DEMI KEBAHAGIAAN SEMAKIN BANYAK ORANG - HARUS KERJA KERAS, HARUS JUJUR, HARUS TULUS, HARUS GIGIH" bukan kebalikannya "demi mendapatkan banyak keuntungan HARUS KERJA KERAS, HARUS JUJUR, HARUS TULUS, HARUS GIGIH". Rasanya hal tersebut merupakan kodrat makluk hidup untuk memiliki peran bagi yang lain, niscaya atas peran kita itulah maka semua akan kembali kepada kita dan memenuhi semua kebutuhan kita.

Dalam dunia profesional pekerjaan, tentu Anda memiliki Job deskription, punya KPI, punya Target yang terukur dengan jelas. KPI, Target, Job Desk adalah PERAN YANG HARUS ANDA JALANI dalam perusahaan tempat kita bekerja. Atas peran tersebut Anda dibayar. Semakin besar peran, biasanya semakin besar gajinya, semakin banyak kesempatan berkarir dan semakin banyak kesejahteraan. Masalahnya banyak diantara kita yang tidak mau atau tidak mampu menjalankan peran tersebut dengan baik, job desk tidak dijalankan, KPI dan target tidak tercapai. Parahnya lagi bukan karena tidak mampu, tapi karena tidak mau. Tidak mau adalah attitude, sementara tidak mampu adalah skill dan knowledge. Saya pernah share sebelumnya bahwa attitude akan menentukan 80% kesuksesan sementara kemampuan hanya akan memberikan sumbangan 20%.


Masih dalam lingkungan pekerjaan, sebaiknya kita tidak terpaku pada job desk saja. Dalam buku I can create... yang membahas kreatifitas, disebutkan bahwa mengerjakan job desk 100% adalah level 1 (atau level terendah) dari 7 tingkatan kreatifitas. Artinya  kita ada pada level operasional, hanya mengerjakan pekerjaan yang diberikan, tanpa berpikir bahwa pekerjaan ini bisa dikembangkan, bahwa pekerjaan ini tidak perlu dilakukan, dan sebagainya. Bayangkan kalau Anda hanya berperan mengerjakan pekerjaan sesuai Job Desk... yaa segitulah nilai diri kita.

Sejak berkarir 18 tahun lalu, saya ingin share, bahwa saya memiliki kebiasaan untuk mengerjakan atau lebih tepatnya membantu pekerjaan diluar job desk yang seharusnya, baik diminta ataupun tidak. dan selama 18 tahun, kebiasaan saya tersebut telah beberapa kali menyelamatkan karir saya. Kesempatan akan diberikan pada orang yang punya kemampuan, kemampuan di dapat dari pengalaman, pengalaman di dapat dari mengerjakan, mengerjakan didapat dari kemauan. Terakhir, kontrak saya diperpanjan di pekerjaan sekarang bukan karena pekerjaan dan job desk yang saya emban. Karena secara Job desk saat ini saya tidak lulus dan seharusnya tidak diperpanjang, untungnya 6 bulan sebelumnya saya banyak mengerjakan pekerjaan di luar job desk saya, dan sekali lagi ITU YANG MENYELAMATKAN SAYA... sehingga kontrak diperpanjang.

Dalam hal-hal kecil, misalnya kegiatan event, tengoklah apakan Anda berperan di sana. Dalam kegiatan meeting? apakah Anda Berperan di sana? dalam kemacetan di Jalan, apakah Anda berperan di sana? 

Intinya, dalam setiap kesempatan, dimanapun kita berada... silahkan selalu dilihat, Apakah saya berperan?
peran : Menghibur (sukarela)
Peran ini, selain akan membuat ilmu kita bertambah dan pengalaman, juga akan menanam benih hutang budi atau tabungan energi positif. Pengalaman jelas akan membuat hidup kita akan mudah, sedangkan tabungan energi positif akan membuat hidup kita dipenuhi keberuntungan dan selamat dari kesialan.

Selamat Berperan!

Salam SmartLife
Joko Ristono

1 komentar:

  1. Sepertinya qta dulu pernah bertemu pak, saya dulu di kaijo L & A

    BalasHapus